RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) kembali menjadi perhatian KPM PKH BPNT menjelang akhir tahun 2025.
Melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 mulai menyalurkan bansos untuk KPM alokasi bulan Oktober, November, dan Desember 2025 kepada Keluarga Penerima Manfaat.
Dilansir dari kanal Cek Bansos, bahwa penyaluran BPNT sudah berjalan ke KPM di sejumlah wilayah dengan nominal bantuan sebesar Rp600.000, terutama bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lama.
Proses pencairan ini dilakukan secara bertahap melalui bank penyalur yang tergabung dalam Himbara, dengan perkembangan status yang dapat dipantau melalui sistem resmi.
1. BPNT Tahap 4 Mulai Cair dengan Nominal Rp600.000
Dana BPNT Tahap 4 dengan total bantuan Rp600.000 mulai masuk ke rekening KKS bagi penerima yang telah memenuhi kriteria.
Pencairan ini difokuskan pada KKS terbitan lama, yakni periode 2020 hingga 2023, yang hingga kini masih aktif dan valid dalam sistem.
Penyaluran awal terpantau sudah berjalan lancar, menandakan bahwa proses administrasi dan validasi data untuk tahap ini telah memasuki fase akhir.
2. Bank Mandiri Menjadi Penyalur dengan Pencairan Paling Cepat
Di antara bank penyalur, Bank Mandiri menjadi yang paling menonjol karena saldo bantuan sudah diterima oleh banyak KPM.
Hal ini menunjukkan bahwa proses standing instruction telah aktif dan dana siap digunakan sesuai peruntukannya.
KPM pemegang KKS Mandiri dianjurkan untuk rutin melakukan pengecekan saldo, baik melalui ATM, agen bank, maupun kanal resmi lainnya, karena pencairan dilakukan secara bertahap dan tidak serentak.
3. Wilayah yang Sudah Menerima Saldo BPNT Tahap 4
Sejumlah daerah dilaporkan telah menerima saldo bantuan masuk ke rekening KKS.
Di Kalimantan Tengah, pencairan tercatat terjadi di Pulang Pisau, Pangkalan Bun, Seruyan, dan Murung Raya dengan variasi tahun terbit KKS.
Kalimantan Barat juga mencatat pencairan di wilayah Sintang dan Melawi.
Selain itu, penyaluran sudah menjangkau Pulau Sumatera, tepatnya di Pringsewu, Lampung, serta wilayah Sulawesi Tengah seperti Banggai Laut.
Persebaran ini menunjukkan bahwa penyaluran tidak hanya terfokus di satu pulau, melainkan mulai merata secara nasional.
4. Update Status Penyaluran di Sistem SIKS-NG
Pemantauan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) menunjukkan perkembangan yang berbeda di tiap bank penyalur.
Untuk Bank Mandiri, status telah berada pada tahap Standing Instruction, yang berarti dana sudah diinstruksikan untuk disalurkan dan terbukti telah masuk ke rekening KPM.
Bank BNI juga menunjukkan status serupa, sehingga pencairan diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat, sekitar beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Bank BRI masih berada pada tahap verifikasi rekening, sehingga KPM diminta untuk bersabar karena proses penyaluran masih berjalan.
5. Imbauan bagi KPM agar Tetap Tenang dan Rutin Cek Saldo
Bagi KPM yang belum menerima saldo, penting untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas.
Perbedaan waktu pencairan antar bank merupakan hal yang wajar dalam sistem penyaluran bantuan nasional.
KPM disarankan rutin mengecek saldo, memastikan kartu KKS aktif, serta mengikuti informasi resmi dari pendamping sosial atau instansi terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga