RADAR BOGOR - Pada 17 Desember 2025, penyaluran bansos BPNT terpantau berlangsung sangat masif ke KPM dari pagi hingga malam hari.
Dengan berbagai laporan saldo bansos BPNT masuk ke KPM yang menunjukkan percepatan signifikan sekaligus kejutan tambahan bagi sebagian penerima.
Kondisi ini menandai fase akhir penyaluran bansos BPNT ke KPM tahun 2025 yang ditargetkan pemerintah selesai sebelum akhir Desember.
1. Update Utama Pencairan BPNT Tahap 4 dan Kejutan Saldo Tambahan
Dilansir dari kanal Info Bansos, pada 17 Desember 2025, pencairan BPNT Tahap 4 dilaporkan berlangsung secara besar-besaran di banyak wilayah.
Mayoritas KPM menerima saldo sebesar Rp600.000 yang merupakan akumulasi alokasi bulan Oktober, November, dan Desember 2025.
Namun, tidak sedikit penerima yang mendapati saldo jauh lebih besar, bahkan mencapai kisaran Rp1,8 juta hingga lebih dari Rp2 juta.
Tambahan saldo tersebut bukan kesalahan sistem, melainkan karena KPM yang bersangkutan telah tervalidasi secara otomatis sebagai peserta baru Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga dana BPNT dan PKH Tahap 4 masuk bersamaan dalam satu kartu KKS.
2. Rincian Nominal Bantuan BPNT dan PKH Tahap 4
Bagi KPM yang hanya menerima BPNT murni, total bantuan yang cair pada tahap ini sebesar Rp600.000 untuk tiga bulan.
Sementara itu, bagi KPM yang tervalidasi sebagai penerima PKH, nominal bantuan bertambah sesuai dengan komponen yang terdaftar dalam Data Terpadu.
Ibu hamil atau nifas serta anak usia dini 0-6 tahun masing-masing menerima Rp750.000 per tahap.
Anak sekolah mendapatkan bantuan berjenjang, yakni Rp225.000 untuk tingkat SD, Rp375.000 untuk SMP, dan Rp500.000 untuk SMA.
Selain itu, lansia di atas 60 tahun serta penyandang disabilitas berat masing-masing memperoleh Rp600.000 per tahap.
Akumulasi dari beberapa komponen inilah yang menyebabkan sebagian KPM menerima saldo jutaan rupiah sekaligus.
3. Perkembangan Penyaluran Berdasarkan Bank Penyalur
Dari sisi bank penyalur, Bank Mandiri menjadi sorotan pada 17 Desember 2025 karena setelah sempat mengalami perlambatan, penyalurannya melonjak tajam dan berlangsung masif sepanjang hari, terutama di wilayah perkotaan.
Bank BNI tercatat sebagai salah satu bank paling awal dan konsisten menyalurkan bantuan sejak awal Desember, dengan sebaran kuat di wilayah pedesaan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Bank BRI menyusul dengan kecepatan tinggi, meskipun puncak penyaluran utamanya telah terlewati, dan masih terdapat pencairan lanjutan.
Sementara itu, Bank BSI aktif menyalurkan bantuan khususnya di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Aceh.
4. Sebaran Wilayah Pencairan BPNT Tahap 4
Penyaluran BPNT Tahap 4 terpantau merata di berbagai daerah.
Di Jawa Barat, wilayah seperti Bogor, Garut, Ciamis, Indramayu, Depok, Bekasi, Bandung Raya, Sukabumi, Cianjur, dan Tasikmalaya menunjukkan progres penyaluran yang telah melampaui 85 hingga 90 persen.
Jawa Tengah mencatat pencairan aktif di Brebes, Banyumas, Kebumen, Cilacap, Semarang, Solo, Purwokerto, Tegal, Kudus, dan Jepara.
Di Jawa Timur, daerah seperti Jember, Sumenep, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Kediri, dan Probolinggo juga masuk dalam daftar wilayah dengan penyaluran intensif.
Di luar Pulau Jawa, pencairan berlangsung di berbagai daerah seperti Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Barat, Gunung Kidul, Sleman, Bone, Pesawaran, Way Kanan, OKU Timur, Musi Rawas, Serdang Bedagai, OKI, Simalungun, Pesisir Selatan, Rokan Hulu, Batu Bara, Pasaman Barat, Rokan Hilir, Landak, Luwu, Kepulauan Meranti, Bengkulu Utara, hingga Sintang.
Aktivitas pencairan juga mulai ramai di kota-kota besar Sumatera seperti Palembang, Medan, dan Pekanbaru, serta di wilayah Sulawesi, Kalimantan Barat dan Tengah, Bali, serta Nusa Tenggara Barat.
5. Progres Nasional dan Target Penyelesaian
Secara nasional, progres penyaluran BPNT Tahap 4 telah mencapai kisaran 85 hingga 90 persen.
Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan kepada sekitar 18,3 juta KPM dapat diselesaikan sepenuhnya sebelum akhir Desember 2025.
Dengan percepatan yang terjadi pada pertengahan bulan ini, peluang penyelesaian tepat waktu dinilai semakin besar, sekaligus memastikan bantuan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok menjelang pergantian tahun.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga