RADAR BOGOR - Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 untuk alokasi akhir tahun 2025 mulai berjalan.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kini bisa menerima bantuan untuk bulan Oktober, November, dan Desember setelah menunggu cukup lama.
DIlansir dari kanal Cek Bansos, proses pencairan berlangsung bertahap, didukung pembaruan status di sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial melalui aplikasi SIKS-NG. Berikut rincian lengkapnya:
1. Update Pencairan BPNT Tahap 4
• Saldo bantuan sebesar Rp600.000 per KPM masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
• Bantuan terutama disalurkan ke KKS lama yang diterbitkan pada tahun 2020 hingga 2022.
• Bank Mandiri menjadi bank penyalur pertama yang menyalurkan dana pada pertengahan Desember 2025.
2. Pencairan di Berbagai Wilayah
• Pulang Pisau, Kalimantan Tengah: KKS tahun 2022, menerima Rp600.000.
• Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah: KKS lama, sudah dicairkan melalui Bank Mandiri.
• Seruyan, Kalimantan Tengah: KKS tahun 2020, saldo mulai masuk.
• Sintang dan Melawi, Kalimantan Barat: KKS tahun 2021 dan 2022, dana mulai tersalurkan.
• Murung Raya, Kalimantan Tengah: KKS tahun 2023, mulai menerima pencairan.
• Pringsewu, Lampung: KKS tahun 2020, bantuan mulai diterima.
• Banggai Laut, Sulawesi Tengah: KKS tahun 2021, proses pencairan berjalan lancar.
Pencairan dilakukan secara bertahap, sehingga wilayah atau bank lain kemungkinan akan menyusul.
3. Status Terbaru di Aplikasi SIKS-NG
• Bank BNI: Status alokasi Oktober–Desember sudah berubah menjadi SI (Standing Instruction), artinya proses pemindahbukuan tinggal menunggu 3–7 hari ke depan.
• Bank Mandiri: Status sudah SI, konsisten dengan laporan banyak KPM yang telah menerima saldo.
• Bank BRI: Status masih “Berhasil Cek Rekening”, menunjukkan pencairan sedikit tertinggal namun diperkirakan segera berlanjut ke tahap SI.
4. Kesimpulan dan Imbauan
• Pencairan BPNT Tahap 4 akhir tahun 2025 resmi dimulai, terutama melalui Bank Mandiri dan BNI.
• KPM dianjurkan rutin memantau saldo KKS dan memastikan data administrasi tetap valid.
• Proses bertahap menunjukkan bahwa meskipun belum semua wilayah menerima bantuan, dana akan terus disalurkan ke seluruh KPM secara merata.***
Editor : Eli Kustiyawati