RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) kembali menunjukkan perkembangan positif.
Hingga 17 Desember 2025, terpantau beragam saldo Bansos mulai masuk ke kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau ATM Merah Putih milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Selain bantuan tunai dan non-tunai melalui perbankan, Bansos pangan berupa beras dan minyak goreng juga masih berlangsung di sejumlah daerah.
Salah satu Bansos yang paling banyak diterima adalah BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai).
BPNT yang masuk ke KKS tercatat dengan nominal Rp600.000 untuk periode Oktober hingga Desember 2025.
Dikutip postingan YouTube diary bansos, Bansos ini diberikan untuk membantu KPM memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan disalurkan secara non-tunai melalui kartu KKS.
Selain BPNT, PKH (Program Keluarga Harapan) juga terpantau mulai cair, terutama bagi penerima hasil validasi baru.
KPM yang sebelumnya belum menerima PKH, namun setelah proses pemutakhiran data dinyatakan memenuhi syarat, mulai mendapatkan bantuan ini.
Pencairan PKH dilakukan bertahap sesuai dengan komponen yang dimiliki dalam keluarga penerima.
Bantuan lain yang juga banyak dilaporkan masuk adalah BLT Mitigasi Risiko Pangan atau BLT Kesra dengan nominal Rp900.000.
Menariknya, bantuan ini seringkali masuk bersamaan dengan bantuan lain, seperti BPNT atau PKH, sehingga saldo yang diterima KPM terlihat cukup besar dalam satu waktu.
BLT ini bertujuan membantu keluarga rentan menghadapi risiko kenaikan kebutuhan pangan.
Di sektor pendidikan, Bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) juga masih berlanjut.
Bantuan ini disalurkan kepada siswa SD, SMP, dan SMA yang telah melakukan aktivasi rekening.
Baca Juga: Publikasi Kinerja Semester II Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor
Dana PIP masuk langsung ke rekening siswa dan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan, seperti perlengkapan sekolah dan keperluan belajar.
Selain itu, Atensi Yatim Piatu (YAPI) juga terpantau cair dengan nominal Rp600.000 untuk periode gelombang terakhir.
Bantuan ini disalurkan melalui Bank Mandiri dan ditujukan bagi anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang terdaftar sebagai penerima program atensi.
Tidak hanya bantuan berbentuk saldo, bantuan pangan fisik juga masih berlangsung di beberapa wilayah.
Bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 4 liter yang disalurkan kepada KPM sesuai kebijakan daerah masing-masing.
Penyaluran ini melengkapi bantuan tunai dan non-tunai yang sudah diterima masyarakat.
Dengan beragam Bansos yang mulai cair hingga pertengahan Desember 2025, KPM diimbau untuk rutin mengecek saldo KKS dan memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Pemerintah berharap penyaluran Bansos ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang akhir tahun.***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim