RADAR BOGOR - Status Desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sering menjadi alasan utama mengapa bantuan sosial (bansos) tidak lagi diterima KPM meskipun kondisi ekonomi dirasa masih berat.
Dilansir dari kanal Pendamping Sosial, banyak KPM bansos tidak menyadari bahwa penilaian kesejahteraan saat ini tidak hanya melihat keadaan di lapangan, tetapi juga membaca data digital dari DTKS yang saling terhubung.
Akibatnya, status Desil KPM bansos di DTKS bisa tetap tinggi meskipun sudah mengajukan perbaikan data. Untuk memahami hal ini, penting mengetahui bagaimana sistem Desil bekerja dan faktor apa saja yang memengaruhi penilaannya.
1. Sistem Desil sebagai Dasar Penentuan Bantuan
Sistem Desil membagi tingkat kesejahteraan menjadi sepuluh kelompok.
Desil 1 hingga Desil 5 masih dianggap layak menerima bantuan sosial, sedangkan Desil 6 hingga Desil 10 dikategorikan sudah cukup mampu sehingga tidak menjadi prioritas penerima bantuan.
2. Mengapa Status Desil Bisa Tetap Tinggi
Status Desil tidak hanya ditentukan oleh kondisi rumah atau hasil wawancara survei.
Penilaian juga mempertimbangkan pekerjaan, penghasilan tetap, usia produktif, serta kondisi keluarga dalam satu Kartu Keluarga. Faktor-faktor ini membuat sistem menilai kemampuan ekonomi secara lebih luas.
3. Pengaruh Data Digital yang Terintegrasi
Data kependudukan kini terhubung dengan berbagai basis data lain, termasuk kepemilikan aset dan aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Visa Schengen Cascade: Cara Pengajuan Mudah dan Aman Bersama GoVisa
Karena itu, meskipun di lapangan kondisi terlihat sederhana, sistem tetap membaca kemampuan ekonomi berdasarkan data yang tercatat secara resmi.
4. Faktor Umum yang Membuat Desil Sulit Turun
Beberapa faktor yang sering membuat Desil tetap tinggi antara lain memiliki penghasilan rutin, berada pada usia produktif, tidak adanya anggota keluarga rentan seperti lansia atau penyandang disabilitas, pola pengeluaran yang dinilai cukup tinggi termasuk aktivitas hiburan tertentu seperti game online terlarang, serta kepemilikan aset berupa kendaraan atau properti atas nama sendiri.
5. Cara Mengajukan Perbaikan Data Desil
Bagi warga yang merasa masih layak menerima bantuan, tersedia mekanisme pengajuan perbaikan data melalui aparat setempat atau aplikasi resmi.
Pengajuan ini akan diproses melalui survei ulang dan verifikasi lanjutan, namun hasilnya tidak bisa instan dan membutuhkan waktu.
6. Jenis Bantuan Berdasarkan Tingkatan Desil
Desil 1 hingga Desil 4 umumnya menjadi prioritas berbagai jenis bantuan, sementara Desil 5 biasanya hanya berpeluang menerima bantuan pangan. Di atas Desil tersebut, peluang menerima bantuan semakin kecil.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga