RADAR BOGOR - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengeluhkan bantuan sosial (bansos) mereka yang tiba-tiba terhenti meski merasa masih layak menerima. Salah satu penyebabnya kenaikan desil di DTKS.
Faktanya, pemerintah kini memperketat filter KPM bansos melalui sistem Desil 1-10, di mana hanya warga yang berada di Desil 1 hingga 5 yang berhak mendapatkan kucuran dana PKH maupun BPNT.
Melansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, sistem yang kini terintegrasi secara online antara NIK di Disdukcapil dengan aset pribadi di DTKS membuat banyak data KPM bansos secara otomatis naik ke Desil tinggi (6-10).
Kondisi ini menyebabkan mereka dianggap sudah mampu dan tidak lagi layak menerima subsidi negara.
Memahami Aturan Main Desil
Pemerintah membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok desil. Jenis bantuan yang Anda terima sangat bergantung pada angka ini:
- Desil 1 s.d 4 (Prioritas Tinggi): Berkesempatan mendapatkan paket lengkap bantuan mulai dari PKH, PIP, BLT, hingga bantuan komplementer seperti bedah rumah.
- Desil 5 (Rentan Miskin): Umumnya hanya diprioritaskan untuk bantuan BPNT (Program Sembako) senilai Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 per tahap.
- Desil 6 s.d 10 (Mampu): Dianggap tidak layak menerima bansos karena masuk kategori ekonomi menengah ke atas.
Penyebab Desil Mendadak Tinggi
Meski secara fisik rumah mungkin terlihat sederhana, sistem digital dapat mendeteksi indikator kemandirian ekonomi lainnya melalui sinkronisasi NIK:
Baca Juga: Masih Butuh Bantuan Tapi Masuk Desil Tinggi DTKS? Ini Alasan Bansos Tidak Cair dan Cara KPM Mengajukan Penurunan
- Kepemilikan Aset Terlacak: Membeli motor, mobil, atau tanah atas nama sendiri menggunakan KTP akan otomatis terbaca oleh sistem DTKS.
- Penghasilan Tetap: Memiliki pekerjaan dengan gaji stabil yang terdeteksi melalui BPJS Ketenagakerjaan atau data perpajakan.
- Usia Produktif (18-40 Tahun): KPM tanpa keluarga rentan (tanpa lansia/disabilitas) di usia ini dianggap masih mampu bekerja secara mandiri.
- Pengeluaran Konsumtif: Riwayat pengeluaran yang tinggi untuk kebutuhan non-pokok yang terekam dalam database profil ekonomi.
Cara Mengajukan Penurunan Desil Jika Merasa Layak
Jika Anda merasa menjadi korban salah sasaran data atau kondisi ekonomi sedang menurun (misal: terkena PHK), Anda bisa menempuh jalur legal untuk memperbaiki data:
- Melalui Aplikasi Cek Bansos: Gunakan fitur Sanggah secara mandiri untuk mengajukan pembaruan kondisi sosial ekonomi.
- Melalui Petugas Setempat: Datangi operator SIKS-NG di kelurahan/desa untuk mengajukan request pembaruan data.
- Proses Survei Ulang: Setelah pengajuan, petugas akan melakukan survei lapangan. Hasil survei inilah yang menentukan apakah Desil Anda bisa turun kembali ke angka 1-5.
Catatan Penting: Proses Tidak Instan
Perlu dipahami bahwa penurunan Desil bukanlah proses secepat kilat. Berdasarkan keterangan teknis pendamping sosial, proses pemutakhiran data ini biasanya membutuhkan waktu minimal satu tahap (3 bulan) hingga bertahun-tahun, tergantung pada siklus sinkronisasi data nasional.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga