RADAR BOGOR - Era transparansi digital membuat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos tidak lagi bisa menyembunyikan kondisi ekonomi mereka yang terdata pada DTKS.
Sistem DTKS telah terintegrasi secara real-time dengan data aset nasional, yang menyebabkan banyak KPM mendadak tergolong ke Desil 6-10 (kategori mampu) sehingga bantuan sosial (bansos) mereka otomatis terhenti secara sistematis.
Urgensi bagi KPM bansos saat ini adalah memahami bagaimana NIK mereka bekerja dalam sistem DTKS yang terintegrasi pemerintah dan apa yang harus dilakukan jika terjadi salah vonis data yang menyebabkan hak bantuan mereka hilang.
Bagaimana NIK Mendeteksi Kekayaan Anda?
Mengutip dari channel YouTube Pendamping Sosial, Pemerintah kini tidak hanya mengandalkan laporan petugas di lapangan, tetapi juga menggunakan teknologi sinkronisasi data.
Jika NIK Anda terdaftar dalam transaksi berikut, sistem akan otomatis menaikkan peringkat Desil Anda:
- Registrasi Kendaraan: Pembelian motor atau mobil atas nama KTP pribadi.
- Sertifikasi Lahan: Pendaftaran tanah atau rumah baru di BPN.
- Jejak Digital Pekerjaan: Terdeteksi memiliki penghasilan stabil lewat sistem BPJS Ketenagakerjaan atau pelaporan pajak.
Skema Pembagian Bansos Berdasarkan Angka Desil
Penting bagi warga untuk mengetahui di angka berapa posisi mereka agar bisa memprediksi bantuan yang akan diterima:
- Kelompok Desil 1-4: Kelompok prioritas utama yang berhak menerima paket Bansos komplementer (PKH, PIP, hingga bantuan renovasi rumah).
- Kelompok Desil 5: Batas aman terakhir bagi penerima BPNT (Sembako). Jika Anda naik ke Desil ini, biasanya bantuan PKH akan terputus dan hanya menyisakan BPNT.
- Kelompok Desil 6-10: Dianggap sudah mandiri secara ekonomi dan dihapus dari daftar penerima Bansos pemerintah.
4 Kriteria Utama yang Membuat Desil Anda Sulit Turun
Berdasarkan data teknis dari pendamping sosial, ada empat faktor yang membuat pengajuan penurunan Desil sering kali ditolak oleh sistem:
- Faktor Usia: KPM berusia 18-40 tahun tanpa tanggungan anggota keluarga rentan dianggap masih produktif mencari nafkah.
- Ketiadaan Anggota Keluarga Rentan: Tidak adanya lansia, penyandang disabilitas berat, atau ibu hamil dalam satu Kartu Keluarga (KK).
- Gaya Hidup Konsumtif: Pengeluaran rutin yang dianggap melebihi standar masyarakat prasejahtera.
- Ketidakjujuran saat Survei: Memberikan informasi palsu saat petugas datang, sementara data digital NIK menunjukkan fakta kepemilikan aset yang berbeda.
Cara Melawan Data yang Tidak Akurat
Jika Anda merasa data digital tersebut tidak sesuai dengan realitas ekonomi saat ini (misal: aset sudah dijual atau terkena musibah), lakukan langkah ini:
- Request Pembaharuan Data: Gunakan aplikasi Cek Bansos atau temui operator SIKS-NG di Kelurahan.
- Proses Survei Konfirmasi: Pastikan memberikan keterangan jujur kepada petugas survei agar data faktual bisa menimpa (override) data digital lama.
- Sabar Menunggu Siklus: Proses pemulihan bantuan memakan waktu minimal 3 bulan (satu tahap pencairan) karena harus melewati verifikasi berlapis di tingkat nasional.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga