RADAR BOGOR - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai mengecek Kartu Keluarga Sejahtera karena adanya laporan saldo bansos (bantuan sosial) yang masuk serentak di sejumlah bank penyalur.
Momentum ini menjadi sangat penting karena berkaitan dengan batas akhir transaksi bantuan yang waktunya semakin dekat, khususnya untuk bantuan pangan.
Oleh karena itu, pemahaman yang jelas mengenai jenis bantuan, bank penyalur, hingga penyebab saldo belum masuk menjadi hal krusial agar hak penerima tidak terlewat.
1. Saldo Bantuan Rp600.000 Masuk ke KKS di Empat Bank Penyalur
Dilansir dari kanal Diary Bansos, pada tanggal 20 Desember 2025, banyak penerima melaporkan adanya saldo masuk sebesar Rp600.000 ke Kartu Keluarga Sejahtera.
Saldo ini terpantau masuk melalui empat bank penyalur utama, yakni BRI, BNI, Mandiri, serta BSI khusus wilayah Aceh.
Berdasarkan pola pencairan dan periode bantuan, dana tersebut mengarah pada Bantuan Pangan Non Tunai tahap keempat untuk alokasi bulan Oktober, November, dan Desember 2025.
Masuknya saldo ini tidak bersifat serentak untuk semua penerima, sehingga sebagian KPM masih perlu melakukan pengecekan berkala.
2. Imbauan Mendesak untuk Segera Cek dan Transaksikan Saldo
KPM, baik penerima lama maupun penerima baru hasil peralihan kartu, sangat dianjurkan untuk segera mengecek saldo KKS melalui ATM atau agen bank terdekat.
Hal ini penting karena terdapat batas akhir transaksi yang telah ditentukan. Untuk bantuan BPNT atau sembako, batas akhir transaksi jatuh pada 21 Desember 2025.
Sementara itu, bantuan PKH masih dapat ditransaksikan hingga 30 Desember 2025. Apabila dana bantuan tidak digunakan atau tidak ditransaksikan sampai batas waktu tersebut, maka saldo berisiko tidak dapat dimanfaatkan oleh penerima.
3. Risiko Dana Tidak Digunakan Hingga Melewati Cut Off
Salah satu poin yang ditekankan adalah risiko bagi KPM yang menunda pencairan atau transaksi.
Bantuan yang sudah masuk ke rekening KKS namun tidak digunakan hingga melewati batas cut off berpotensi tidak dapat diakses kembali.
Kondisi ini tentu merugikan penerima karena dana yang seharusnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok justru tidak bisa digunakan akibat keterlambatan transaksi.
4. Penyebab Saldo KKS Baru Masih Kosong
Bagi pemegang KKS baru, khususnya hasil peralihan dari penyaluran sebelumnya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan saldo belum masuk.
Salah satunya adalah status gagal cek rekening di sistem, yang biasanya terjadi karena perbedaan data kependudukan dengan data perbankan.
Kartu sudah terlanjur dibagikan, sementara proses pemadanan data belum sepenuhnya selesai.
5. Masalah Data Komponen Anak Sekolah pada PKH
Kasus lain yang cukup sering terjadi adalah data komponen anak sekolah yang belum sinkron.
Penerima yang memiliki anak sekolah terkadang tercatat sebagai non-komponen, terutama jika anak baru naik jenjang pendidikan dan data sekolah belum diperbarui secara menyeluruh. Akibatnya, hak bantuan yang seharusnya diterima menjadi tertunda.
6. Kenaikan Status Desil Penerima
Ada pula kondisi di mana penerima sudah memegang KKS, namun setelah dilakukan pemeringkatan ulang, status desil ekonomi mengalami kenaikan.
Jika status ekonomi sudah berada di luar kriteria penerima, maka saldo bantuan tidak dapat masuk meskipun kartu telah diterima sebelumnya.
Hal ini sering menimbulkan kebingungan di lapangan karena KPM merasa masih berhak menerima bantuan.
7. Keterlambatan Aktivasi KKS oleh Pihak Bank
Faktor teknis lain yang juga ditemukan adalah keterlambatan aktivasi kartu. Dalam beberapa kasus, kartu sudah diterima oleh KPM, tetapi di sistem masih terbaca belum terdistribusi.
Akibatnya, rekening bantuan belum aktif dan saldo tidak dapat masuk hingga melewati batas waktu yang ditentukan.***
Editor : Eli Kustiyawati