Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengapa Bansos KPM Gagal Cair? Pahami Sistem Desil Tinggi dan 5 Penyebab Utama Dianggap Mampu

Mutia Tresna Syabania • Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:03 WIB
Ilustrasi. Pendataan KPM soal desil untuk bansos.
Ilustrasi. Pendataan KPM soal desil untuk bansos.

RADAR BOGOR - Pemerintah saat ini secara ketat menerapkan sistem Desil dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk keluarga penerima manfaat (KPM).

Desil ini menentukan peringkat status sosial ekonomi seseorang dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bansos KPM.

Dikutip dari YouTube Pendamping Sosial, bagi KPM yang berada di Desil tinggi (khususnya Desil 6 hingga 10), secara otomatis dianggap tidak layak lagi menerima bansos.

1. Aturan Desil dan Hak Penerima Bansos

Desil seseorang bisa naik atau turun, tergantung kondisi sosial ekonomi yang terintegrasi dan terbarukan.

Desil 1 sampai 5: Prioritas utama penerima bansos.

Desil 6 sampai 10: Dianggap sudah mampu dan tidak lagi layak menerima bansos.

Desil 1, 2, 3, 4 Prioritas Sangat Rendah PKH, PIP, BLT Tambahan (misal Bedah Rumah), dan Bansos Komplementer.

Desil 5 Prioritas Rendah Hanya berkesempatan menerima BPNT (Program Sembako).

Desil 6 - 10Tidak PrioritasTidak Layak menerima bansos.

2. Upaya Penurunan Desil (Request Pembaruan Data)

Jika Anda merasa masih layak menerima bansos, tapi Desil berada di Desil 6–10, Anda dapat mengajukan permohonan penurunan Desil.

Pengajuan: Ajukan melalui petugas setempat (Dinas Sosial/Pendamping) atau secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.

Proses: Permintaan pembaruan data (penurunan Desil) hanya dapat diajukan oleh KPM Desil 6–10.

Survei Ulang: Petugas akan melakukan survei ulang ke rumah KPM. Hasil survei inilah yang menentukan apakah Desil Anda layak turun atau tidak.

Lama Proses: Penurunan Desil membutuhkan proses yang tidak instan. Paling cepat biasanya satu tahap penyaluran (sekitar 3 bulanan), bahkan ada yang memakan waktu bertahun-tahun.

Meskipun sudah mengajukan request penurunan Desil, banyak KPM yang Desilnya tetap tinggi.

Hal ini disebabkan sistem saat ini sudah sangat terintegrasi (online dan tersistem) antara Dukcapil dengan lembaga lain.

Data kepemilikan aset dan status ekonomi akan otomatis terbaca hanya melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Berikut 5 hal yang membuat Desil seseorang tetap tinggi dan bansos gagal cair:

1. Punya Penghasilan Tetap

Memiliki pekerjaan yang memberikan penghasilan cukup stabil (fixed income) setiap bulan.

2. Usia Masih Produktif

Dianggap masih mampu bekerja keras. Dalam konteks Bansos, ini sering merujuk pada rentang usia 18 hingga 40 tahun.

3. Tidak Memiliki Keluarga Rentan

Tidak ada anggota keluarga yang termasuk dalam kategori rentan, seperti Lansia, Penyandang Disabilitas, atau Ibu Hamil.

4. Pengeluaran Konsumtif Tinggi

Membelanjakan uang untuk kebutuhan yang dianggap mewah atau konsumtif secara berlebihan (misal, sering beli baju, make up, perabotan baru, dan lain-lain).

5. Memiliki Aset (Kepemilikan Otomatis Terbaca)

Memiliki aset berharga seperti kendaraan (mobil/motor), sertifikat tanah, atau rumah.

NIK yang digunakan saat pembelian/pendaftaran aset akan otomatis tersinkronisasi dengan DTKS, membuktikan KPM tidak layak terima bansos.

Ketidakjujuran saat survei, seperti mengaku aset milik orang lain, hanya akan menunda kegagalan.

Ketika data nasional disinkronisasikan kembali, sistem akan otomatis mendeteksi kepemilikan aset, yang bisa menyebabkan data KPM bansos langsung berstatus "Exclude" (tertolak) dan sulit diperbaiki.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kpm #Desil #bansos