RADAR BOGOR - Gelombang pencairan bansos BPNT Tahap 4 (alokasi Oktober–Desember) terjadi secara masif ke KPM, didukung oleh instruksi percepatan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Kabar paling menggembirakan adalah fenomena Multi-Bansos, di mana ribuan KPM bansos BPNT melaporkan saldo masuk yang jauh melebihi ekspektasi (melebihi Rp600.000), ahkan mencapai lebih dari Rp2 juta.
Dikutip dari YouTube Cek Bansos, hal ini terjadi karena dana bansos BPNT ke KPM cair bersamaan dengan dana PKH Tahap 4.
Pencairan BPNT Tahap 4 senilai Rp600.000 (alokasi 3 bulan) terpantau merata di berbagai daerah, khususnya melalui Bank Mandiri.
1. Bukti dan Bank Penyalur
Bank Mandiri: Menjadi bank penyalur yang paling banyak dilaporkan saldonya masuk pada 19 Desember 2025, mencakup KKS lama maupun KKS baru (Kebumen, Bogor, Lampung Utara, Maluku Tenggara, Takalar, Sintang, Pesawaran, Cilegon, Ciamis).
Bank BNI dan BRI: Turut mencairkan BPNT, PKH Tahap 4, dan Bansos susulan lainnya.
2. KPM yang Wajib Cek Saldo
Pencairan ini diprioritaskan untuk KPM yang masih aktif sebagai penerima BPNT Tahap 4, baik:
Pemegang KKS Lama (terbitan tahun 2021/2022).
Pemegang KKS Baru (terbitan terbaru, termasuk peralihan dari PT Pos Indonesia).
Banyak KPM yang awalnya hanya menunggu BPNT, terkejut karena saldo yang masuk mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta lebih.
Kenaikan nominal ini disebabkan oleh validasi ulang data Kemensos yang mengintegrasikan pencairan PKH Tahap 4 ke KKS yang sama.
Nominal yang masuk bervariasi tergantung komponen keluarga KPM:
KPM di Bogor: (BPNT Rp600K + PKH Balita Rp750K + Anak SD Rp225K + Lansia Rp600K) = Rp2.175.000
KPM di Semarang: (BPNT Rp600K + PKH Ibu Hamil Rp750K) = Rp1.350.000
Kemensos mengkhususkan penyaluran Multi-Bansos ini pada KPM hasil validasi baru dari Irisan PKH, yaitu KPM BPNT yang ternyata juga memenuhi syarat untuk komponen PKH (misalnya punya balita, anak sekolah, atau lansia).
Percepatan ini didasari oleh Surat Penugasan ASN/P3K Direktorat Jaminan Sosial yang bertujuan menuntaskan penyaluran Bansos tahun 2025.
Secara nasional, progres penyaluran BPNT Tahap 4 sudah mencapai 90–95%.
Ditargetkan tuntas sebelum 21 Desember 2025 untuk total 18,3 juta KPM Sembako.
Pencairan terpantau sangat masif di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat (Bogor, Bandung, Depok), Jawa Tengah (Semarang, Solo), dan Jawa Timur (Surabaya, Malang). Pencairan juga dilaporkan dari Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
Selain BPNT, beberapa bansos lain juga terpantau cair pada 19 Desember 2025:
1. PKH Tahap 4 dan PKH Validasi: Terutama melalui Bank BNI, mencakup PKH murni dan PKH validasi baru.
2. BLT Kesra Tahap Kedua: Dicairkan senilai Rp900.000 di Kantor Pos untuk beberapa wilayah (sebagai nama-nama baru).
3. Bansos Penebalan: Untuk KPM peralihan dari Pos ke KKS BRI baru, alokasi Juni–Juli yang tertunda.
4. PIP (Program Indonesia Pintar): Untuk jenjang SD yang sudah melakukan aktivasi rekening SimPel pada Oktober dan November, senilai Rp450.000.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga