RADAR BOGOR - Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang baru saja menerima kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) sebagai peralihan dari PT Pos, mungkin merasa bingung mengapa saldo bantuan masih Rp0.
Dilansir dari Youtube Diary Bansos, ternyata ada beberapa alasan teknis yang menyebabkan bantuan Anda belum juga cair, simak penjelasan berikut.
- Data Tidak Sama Antara Bank dan Dukcapil
Seringkali kartu KKS sudah dibagikan kepada warga, tetapi saat bank mencocokkan data dengan Dukcapil, ditemukan perbedaan informasi (misalnya beda ejaan nama atau NIK).
Akibat ketidakcocokan ini, sistem secara otomatis menahan pengiriman saldo meskipun Anda sudah memegang kartunya.
- Status Sekolah Anak Belum Terbaca (Khusus PKH)
Bagi penerima bantuan PKH yang anaknya baru saja naik jenjang sekolah (misalnya dari SMP ke SMA), saldo bisa jadi kosong karena data Dapodik belum sinkron dengan sistem DTKS Kemensos.
Jika sekolah terlambat menginput data siswa baru, sistem menganggap Anda tidak lagi memiliki "komponen sekolah", sehingga bantuan tidak turun.
- Tingkat Kesejahteraan Dianggap Naik (Kenaikan Desil)
Setelah kartu dibagikan, pemerintah terus melakukan pembaruan data kesejahteraan. Jika berdasarkan penilaian terbaru Anda dianggap sudah mampu (masuk ke kategori Desil 6 hingga 10), maka secara otomatis bantuan akan dihentikan karena dianggap sudah tidak layak menerima bansos.
- Bank Telat Melakukan Aktivasi Kartu
Ada kalanya kendala justru datang dari pihak perbankan. Jika bank penyalur terlambat melakukan aktivasi kartu hingga melewati batas waktu (cut-off) yang ditetapkan Kemensos, maka proses pencairan dana untuk kartu tersebut akan tertunda atau bahkan gagal masuk ke rekening.
Tetap bersabar bagi para KPM yang sedang mengalami kendala teknis ini. Selama data Anda masih dinyatakan layak sebagai penerima manfaat di sistem pusat, bantuan tersebut tetap memiliki peluang untuk cair setelah sinkronisasi data selesai.
Editor : Eka Rahmawati