RADAR BOGOR - Per tanggal 20 Desember 2025, Kementerian Sosial kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial alias bansos melalui Kartu KKS (ATM Merah Putih).
Berdasarkan pemantauan di lapangan, saldo bantuan sebesar Rp600.000 mulai masuk ke rekening bansos KPM yang menggunakan kartu KKS dari Bank BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Oleh karena itu, seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baik penerima lama maupun penerima kartu KKS baru, sangat disarankan untuk melakukan pengecekan saldo di mesin ATM atau agen bank terdekat.
Jenis Bantuan yang Masih Bisa Dicairkan
Mengacu pada surat pemberitahuan resmi dari Kementerian Sosial, berikut jadwal akhir transaksi bantuan sosial tahun 2025:
BPNT/Program Sembako
Termasuk penebalan BPNT Rp400.000 (periode Juni–Juli)
Batas transaksi: 21 Desember 2025
BLT Kesra
Total bantuan Rp900.000
Batas transaksi: 21 Desember 2025
PKH (Program Keluarga Harapan)
Batas transaksi: 30 Desember 2025
Apabila bantuan tidak ditransaksikan hingga batas waktu tersebut, berpotensi dikembalikan ke kas negara karena memasuki akhir tahun anggaran.
Saldo Rp600.000 Masuk, Bantuan Apa?
Saldo Rp600.000 yang terpantau masuk sejak 19–20 Desember 2025 merupakan bantuan BPNT Tahap 4 untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025.
Namun perlu dipahami bahwa pencairan tidak dilakukan secara serentak, sehingga KPM disarankan rutin mengecek saldo KKS meskipun sebelumnya belum menerima bantuan.
Penyebab Kartu KKS Sudah Diterima Tapi Bantuan Belum Cair
Di lapangan ditemukan beberapa kasus KPM yang telah menerima kartu KKS baru, namun hingga saat ini belum menerima bantuan apa pun.
Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
1. Gagal Cek Rekening
Status ini muncul karena perbedaan data antara Dukcapil dan data perbankan.
Proses pencocokan data dilakukan setelah kartu KKS dibagikan, sehingga kartu sudah diterima namun saldo belum bisa masuk.
2. Status PKH Tidak Memiliki Komponen
Kasus ini sering terjadi pada KPM PKH yang memiliki anak sekolah baru naik jenjang (SMP ke SMA).
Data sekolah yang belum terupdate di Dapodik menyebabkan sistem membaca KPM tidak memiliki komponen PKH.
Jika data Dapodik sudah sinkron, bantuan biasanya akan cair otomatis.
3. Desil Kesejahteraan Naik
Beberapa KPM BPNT mengalami kenaikan desil ke 6–10, sehingga tidak lagi masuk kriteria penerima bantuan.
Pemeringkatan desil ini terkadang dilakukan setelah kartu KKS terdistribusi, menyebabkan kartu sudah diterima namun saldo tidak masuk.
4. Kartu Belum Diaktivasi Bank
Ada kasus di mana sistem mencatat KKS tidak terdistribusi, padahal kartu sudah diterima KPM.
Hal ini terjadi karena bank penyalur terlambat melakukan aktivasi kartu hingga melewati batas cut-off yang ditentukan Kemensos.
Langkah yang Harus Dilakukan KPM
Bagi KPM yang mengalami kendala pencairan, disarankan untuk:
Mengecek status bantuan melalui Sistem SIKS NG
Berkonsultasi dengan pendamping sosial
Menghubungi operator SIKS NG/Sisensi di desa
Memastikan data Dukcapil dan Dapodik sudah sesuai
Menjelang akhir tahun 2025, seluruh KPM diimbau untuk aktif mengecek saldo KKS agar bantuan sosial yang telah dialokasikan tidak hangus dan kembali ke kas negara.
Informasi ini diharapkan dapat membantu KPM memahami kondisi pencairan bantuan serta langkah yang perlu dilakukan jika mengalami kendala.***
Editor : Alpin.