Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pencairan Terbaru Bansos BPNT dan PKH Tahap 4 Desember 2025, KPM di Banyak Wilayah Terima Saldo Berlipat Sekaligus

Ira Yulia Erfina • Senin, 22 Desember 2025 | 05:01 WIB
Ilustrasi Penyaluran Bansos
Ilustrasi Penyaluran Bansos

RADAR BOGOR – Memasuki tanggal 21 Desember 2025, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dikejutkan oleh masuknya saldo bantuan sosial (bansos) dengan nominal tidak biasa.

Dilansir dari kanal Info Bansos, tidak hanya bantuan BPNT Tahap 4 yang cair secara bertahap, tetapi juga muncul laporan saldo berlipat akibat penggabungan beberapa jenis bantuan dalam satu waktu pencairan.

Kondisi ini membuat banyak KPM perlu memahami sumber saldo yang masuk agar tidak terjadi kebingungan saat melakukan pengecekan.

1. Pencairan BPNT Tahap 4 Mulai Masif Akhir Pekan

Pencairan BPNT Tahap 4 terpantau mulai berjalan secara masif sejak Minggu, 21 Desember 2025.

Arus pencairan diperkirakan semakin meluas pada Senin, 22 Desember 2025, seiring dengan proses penyaluran bertahap yang dilakukan oleh bank penyalur.

Laporan terbanyak menunjukkan pencairan melalui Bank BRI, disusul Bank Mandiri, sementara Bank BNI juga mulai menyalurkan di sejumlah wilayah.

Mayoritas KPM menerima saldo sebesar Rp600.000 yang merupakan akumulasi bantuan BPNT murni untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025, dengan besaran Rp200.000 per bulan.

2. Fenomena Saldo Berlipat hingga Rp2,5 Juta

Selain nominal standar, banyak KPM melaporkan saldo masuk jauh lebih besar, bahkan mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta.

Kondisi ini bukan kesalahan sistem, melainkan hasil dari proses validasi data. KPM yang sebelumnya tercatat sebagai penerima BPNT murni atau PKH murni mengalami pemutakhiran status sehingga berhak menerima lebih dari satu jenis bantuan.

Akibatnya, saldo dari BPNT dan PKH Tahap 4, bahkan sisa tahap sebelumnya, masuk bersamaan ke dalam satu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

3. Rincian Nominal Bantuan PKH Tahap 4

Bagi KPM yang juga terdaftar sebagai penerima PKH, besaran bantuan Tahap 4 berbeda sesuai komponen dalam keluarga.

Ibu hamil atau nifas menerima Rp750.000, anak usia dini 0–6 tahun Rp750.000, anak jenjang SD Rp225.000, SMP Rp375.000, dan SMA Rp500.000.

Sementara itu, komponen lansia berusia di atas 60 tahun serta penyandang disabilitas berat masing-masing menerima Rp600.000.

Jika digabung dengan BPNT, total saldo yang masuk dapat terlihat sangat besar dalam satu waktu.

4. Sebaran Daerah yang Sudah Mengalami Pencairan

Pencairan telah terpantau di berbagai wilayah. Di Jawa Barat, laporan datang dari Bogor, Depok, Bekasi, Bandung Raya, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, hingga Indramayu.

Jawa Tengah meliputi Semarang, Solo, Purwokerto, Tegal, Cilacap, Kudus, Jepara, dan sekitarnya. Jawa Timur mencakup Surabaya, Malang, Sidoarjo, Kediri, Jember, Banyuwangi, hingga Mojokerto.

Di luar Jawa, pencairan juga terlapor di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, serta wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Sejumlah daerah lain diperkirakan menyusul pada hari berikutnya.

5. Imbauan bagi KPM yang Belum Menerima Saldo

Bagi pemegang KKS yang hingga kini belum melihat saldo masuk, disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui ATM atau agen terdekat.

Proses penyaluran masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap.

KPM juga diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya serta memastikan dana bantuan digunakan sesuai kebutuhan pokok keluarga, bukan untuk aktivitas yang dilarang, seperti permainan daring ilegal.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kpm #bansos #pencarian