RADAR BOGOR – Penyaluran bansos berupa Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 terus dilakukan hingga 31 Desember 2025.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau segera mengecek saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pasalnya, pada 1 Januari 2026 saldo KKS yang tidak dicairkan akan otomatis kembali ke kas negara.
Pada 21 Desember 2025, penyaluran BPNT Tahap 4 dilakukan secara masif, terutama melalui KKS Bank BRI.
Selanjutnya, disusul oleh KKS Bank Mandiri yang lebih dahulu cair.
Ribuan KPM melaporkan saldo masuk total Rp600 ribu yang merupakan akumulasi periode Oktober–Desember 2025. Nominal BPNT per tahap sebesar Rp200 ribu.
Diprediksi pada 22 Desember 2025, penyaluran BPNT Tahap 4 melalui KKS Bank BRI akan semakin intensif karena bertepatan dengan hari kerja, yakni Senin.
Bantuan sosial tersebut merupakan pencairan susulan bagi KPM.
Bagi KPM yang belum menerima bantuan sosial, diimbau segera mengecek saldo KKS. Banyak KPM yang terkejut karena menerima multibansos.
KPM penerima BPNT murni tiba-tiba tervalidasi juga menerima PKH. Sebaliknya, KPM penerima PKH murni mendadak tervalidasi sebagai penerima BPNT.
Dengan demikian, saldo BPNT Tahap 4 dapat terakumulasi dengan PKH Tahap 4. Selain itu, saldo BPNT juga dapat terakumulasi dari Tahap 2 hingga Tahap 4.
Nominal bantuan sosial per tahap pada komponen PKH meliputi bidang kesehatan, yakni ibu hamil dan anak usia dini 0–6 tahun sebesar Rp750 ribu.
Pada bidang kesejahteraan, lansia dan penyandang disabilitas menerima Rp600 ribu.
Bidang pendidikan meliputi murid SD sebesar Rp225 ribu, murid SMP Rp375 ribu, dan murid SMA Rp500 ribu.
Sementara itu, komponen pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sebesar Rp2,7 juta.
Bantuan sosial BPNT Tahap 4 diperuntukkan bagi KPM untuk berbelanja kebutuhan pangan di e-warong atau agen resmi.
Penyaluran BPNT Tahap 4 berlangsung sangat masif di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat, seperti Bandung Raya, Bekasi, Bogor, Cianjur, Cirebon, Depok, Garut, Indramayu, Kuningan, Purwakarta, Subang, Sukabumi, dan Tasikmalaya.
Hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat mencatat progres penyaluran bansos di atas 95 persen, terutama melalui Bank BRI.
Pada 22 Desember 2025, pencairan masif diprediksi terjadi di Purwakarta dan Karawang.
Di Jawa Tengah, seperti Boyolali, Cilacap, Jepara, Kudus, Magelang, Pekalongan, Purwokerto, Semarang, Solo, Wonosobo, dan Tegal, banyak KPM menyatakan BPNT Tahap 4 telah cair, terutama melalui KKS Bank BRI.
Pencairan multibansos juga terjadi dengan integrasi komponen PKH bagi murid sekolah. Pada 22 Desember 2025, Brebes dan Demak diprediksi mengalami pencairan bantuan sosial tersebut.
Sementara itu, di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Jember, Kediri, Madiun, Malang, Mojokerto, Probolinggo, Sidoarjo, dan Surabaya, pencairan BPNT Tahap 4 berlangsung masif.
Banyak KPM menerima multibansos dengan komponen PKH lansia dan anak usia dini.
Pada 22 Desember 2025, pencairan BPNT Tahap 4 diprediksi berlangsung di Lumajang dan Pasuruan.
Penyaluran BPNT Tahap 4 di wilayah Sumatera mulai ramai, seperti di Banda Aceh, Lampung, Medan, Padang, dan Pekanbaru melalui KKS Bank BRI dan Bank Mandiri yang aktif di wilayah perkotaan.
Pencairan yang lebih masif diprediksi terjadi di Jambi dan Bengkulu pada 22 Desember 2025.
Di wilayah Sulawesi, seperti Gorontalo, Kendari, Makassar, Manado, dan Palu, penyaluran BPNT Tahap 4 terus berlangsung.
Selain itu, Pontianak (Kalimantan Barat), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Denpasar (Bali), dan Mataram (Nusa Tenggara Barat) juga masih melaksanakan penyaluran BPNT Tahap 4.***
Editor : Eli Kustiyawati