RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) masih berlangsung dalam rentang tanggal 21 hingga 31 Desember.
Proses ini tidak dilakukan secara bersamaan, melainkan dibagi ke dalam beberapa termin. Karena itu, perbedaan waktu pencairan antar penerima adalah hal yang wajar.
Apabila hingga akhir Desember dana belum masuk, umumnya hal tersebut berkaitan dengan proses evaluasi dan penyesuaian data yang masih berjalan, sehingga penerima disarankan memastikan kembali kelengkapan dan keaktifan datanya.
Dikutip dari kanal Pendamping Sosial, bantuan PKH tahap akhir tahun ini sudah mulai diterima oleh banyak penerima lama meskipun belum merata.
Di sistem data sosial, sebagian rekening telah menunjukkan status berhasil proses, sementara lainnya masih menunggu giliran.
Untuk pemegang KKS dari bank tertentu, pencairan memang cenderung lebih lambat, tetapi selama status kepesertaan masih aktif, bantuan tetap berpeluang cair.
Kondisi pencairan BPNT hampir serupa dengan PKH. Dana bantuan pangan non tunai masih terus disalurkan dan belum mencapai seluruh penerima.
Artinya, meskipun belum menerima saat ini, peluang pencairan tetap terbuka hingga akhir periode berjalan.
PKH dan BPNT bagi Pemegang KKS Baru
Penerima kartu baru masih masuk dalam proses pencairan untuk beberapa tahap sekaligus, mulai dari tahap kedua hingga tahap keempat.
Penyaluran dilakukan menyesuaikan kesiapan data dan rekening masing-masing penerima, sehingga waktu terima bisa berbeda antar wilayah.
Selain bantuan tunai, penyaluran bantuan berupa bahan pokok juga masih berlangsung. Karena berbentuk barang, distribusinya memerlukan waktu lebih panjang.
Di sejumlah daerah, muncul kebijakan pembagian rata hasil kesepakatan warga setempat, sehingga jumlah yang diterima bisa berbeda dari ketentuan awal.
Bantuan ini bersumber dari kuota penerima BPNT, sehingga tidak semua penerima bantuan lain otomatis mendapatkannya.
Program Indonesia Pintar (PIP)
Bantuan pendidikan bagi siswa masih disalurkan secara bertahap dan kini memasuki termin akhir tahun. Meski sebagian sudah menerima, penyaluran belum sepenuhnya merata karena menyesuaikan proses administrasi sekolah dan rekening siswa.
Kemudian bantuan khusus bagi anak yatim piatu mulai banyak dilaporkan telah masuk ke rekening penerima. Dengan nominal enam ratus ribu rupiah, penyaluran bantuan ini ditargetkan selesai sebelum pergantian tahun agar dapat dimanfaatkan tepat waktu.
Di sisi lain, untuk bantuan tambahan dengan nilai sembilan ratus ribu rupiah, proses penyaluran masih berjalan dan belum terlihat pencairan luas.
Faktor teknis di lapangan, terutama pada penyaluran non-tunai, membuat bantuan ini berpotensi bergeser waktu pencairannya hingga awal tahun berikutnya.