RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menunjukkan perkembangan signifikan menjelang akhir Desember 2025.
Dikutip dari kanal Info Bansos, pada Senin, 22 Desember 2025, proses penyaluran terpantau berlangsung sangat aktif dan meluas di berbagai wilayah, dengan pola pencairan yang bersifat bertahap sekaligus akumulatif.
Kondisi ini memunculkan variasi nominal saldo yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sekaligus menandai fase penting dalam penyaluran BPNT Tahap 4 yang kini memasuki gelombang masif.
Aktivitas pencairan BPNT pada hari ini berlangsung sejak pagi hingga malam dan dilaporkan aktif secara nasional.
Banyak KPM menerima saldo masuk secara bertahap dengan nominal yang tidak seragam. Dana yang masuk tercatat mulai dari Rp600.000, Rp750.000, Rp900.000, hingga lebih dari Rp1.000.000.
Perbedaan nominal tersebut terjadi karena adanya penggabungan bantuan antara BPNT dan PKH, termasuk akumulasi tahap sebelumnya yang baru tersalurkan.
Perkembangan Pencairan Berdasarkan Bank Penyalur KKS
Penyaluran melalui Kartu KKS menunjukkan intensitas yang berbeda di setiap bank. BRI menjadi bank dengan penyaluran paling dominan pada hari ini, sejumlah KPM menerima saldo tanpa notifikasi sehingga pengecekan langsung melalui ATM sangat dianjurkan.
Penerima prioritas di BRI umumnya berasal dari hasil validasi baru, irisan PKH murni, pemilik KKS lama yang kembali aktif, serta KPM peralihan dari penyaluran non-tunai sebelumnya.
Sementara itu, Mandiri tercatat telah menyalurkan dana lebih awal dalam beberapa hari terakhir, umumnya sebesar Rp600.000, dan pada hari ini sebagian KPM kembali menerima saldo tambahan.
Penyaluran lanjutan melalui Mandiri diperkirakan masih berlanjut pada hari berikutnya. Adapun BNI dan BSI mulai menyusul pencairan meskipun belum merata, dengan pola bertahap yang biasanya akan stabil setelah bank utama menyelesaikan distribusi awal.
KPM Prioritas pada Tahap Pencairan Akhir Tahun
Fokus utama pencairan BPNT Tahap 4 ini diarahkan kepada KPM hasil validasi dan pemutakhiran data.
Kelompok prioritas meliputi KPM irisan PKH murni yang kini memperoleh BPNT, pemilik KKS lama era pandemi yang statusnya kembali aktif, KPM yang mengalami peralihan mekanisme penyaluran, serta penerima yang sebelumnya tertunda atau mengalami gagal salur. Skema ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran sebelum penutupan tahun anggaran.
Penyaluran BPNT dilaporkan berlangsung di berbagai daerah dengan cakupan luas. Di Pulau Jawa, pencairan terpantau aktif di Jawa Tengah seperti Brebes, Pemalang, Banyumas, dan Cilacap; Jawa Timur meliputi Jember, Lumajang, Probolinggo, dan Malang; serta Jawa Barat seperti Cirebon, Indramayu, Garut, dan Tasikmalaya.
Di luar Jawa, laporan pencairan datang dari wilayah Sumatera seperti Lampung, Palembang, Medan, dan Padang, serta beberapa daerah di Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat, menandakan distribusi nasional yang terus bergerak.
Di sisi lain terdapat laporan pengecekan langsung KKS Merah Putih pada tanggal 22 Desember 2025 yang menunjukkan saldo masuk sebesar Rp1.200.000.
Nominal tersebut mencerminkan pencairan akumulatif dari beberapa komponen bantuan yang digabungkan dalam satu waktu, terutama bagi KPM yang baru tersinkronisasi datanya.
Editor : Eka Rahmawati