RADAR BOGOR – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak banjir di Simpang Empat Rajawali, Aceh Tengah, dan Sibolga, Sumatera Utara. Selain kebutuhan dasar, Kementerian Sosial juga menyediakan layanan psikososial dan layanan kesehatan bagi para penyintas.
Di Posko Pengungsian Simpang Empat Rajawali, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, terdapat dapur umum, layanan psikososial, dan layanan medis. Hal tersebut dilakukan agar para penyintas banjir tetap sehat jasmani dan rohani.
Dapur umum di posko pengungsian tersebut dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aceh Tengah.
Dapur umum memproduksi 3.750 porsi makanan setiap hari yang didistribusikan hingga wilayah terisolasi di Simpang Empat Rajawali, Kecamatan Ketol, agar kebutuhan pangan warga terdampak tetap terjaga.
Makanan tidak hanya diperuntukkan bagi pengungsi, tetapi juga masyarakat terdampak, seperti di Kampung Serempah, Desa Kekuyang, Bintang Pepara, Pondok Balik, Kute Gelima, hingga Gede Genting Bulan.
Untuk Desa Burlah yang terisolasi akibat jembatan putus, penyaluran bansos tidak terhenti. Kementerian Sosial menyalurkan bantuan pangan dengan menyeberangi sungai menggunakan sling.
Jalur sling tersebut merupakan jalur sederhana yang menjadi satu-satunya akses warga agar tetap terkoneksi.
Tak hanya di Aceh Tengah, Kementerian Sosial juga menyalurkan bansos ke Sibolga.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung dapur umum Kementerian Sosial di Kantor Wali Kota Sibolga pada 21 Desember 2025.
Sejak awal bencana banjir melanda, dapur umum Kantor Wali Kota Sibolga menjadi pusat layanan logistik.
Awalnya, dapur umum tersebut merupakan dapur mandiri yang kemudian memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Sosial.
Dapur umum Kantor Wali Kota Sibolga memproduksi sekitar 7 ribu bungkus nasi per hari. Pada awal masa tanggap darurat, produksi bahkan mencapai 9 ribu bungkus nasi per hari.
Selain dapur umum di Kantor Wali Kota, Kementerian Sosial juga menyokong empat dapur umum mandiri lainnya yang tersebar di Kota Sibolga, yaitu dua dapur mandiri di Aek Parera, satu dapur mandiri di Aek Garut, dan satu dapur mandiri di SMPN 8.
Saifullah Yusuf menegaskan Kementerian Sosial akan terus memasok makanan hingga seluruh penyintas banjir memperoleh hunian sementara dan situasi terdampak banjir benar-benar pulih.
Kementerian Sosial juga memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat.
Setiap penyaluran bansos diawali dengan asesmen agar bantuan tepat sasaran. Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Herman Suwito, mengapresiasi peran aktif Kementerian Sosial yang sejak awal menugaskan personel untuk menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak banjir.***
Editor : Eli Kustiyawati