RADAR BOGOR - Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 terus menunjukkan progres signifikan hingga malam hari dan diprediksi berlanjut pada Selasa.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, terpantauan dari laporan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), media sosial, serta komunitas bantuan sosial di berbagai daerah, pencairan terpantau aktif sejak pagi, siang, hingga malam hari.
Tren pencairan kali ini bersifat masif dan tidak hanya mencakup satu jenis bantuan. BPNT disalurkan bersamaan dengan berbagai bantuan sosial lain dalam skema multibansos dan multitahap.
Kondisi tersebut menyebabkan nominal saldo yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sangat bervariasi, bergantung pada status kepesertaan dan hasil validasi terbaru.
Nominal BPNT Tahap 4 Bervariasi, Ada yang Lebih dari Rp1 Juta
Sejumlah KPM melaporkan saldo masuk dengan nominal beragam, mulai dari Rp600.000, Rp750.000, Rp900.000, hingga Rp1.000.000 atau lebih.
Akumulasi tersebut berasal dari BPNT Tahap 4, bantuan reguler tahap sebelumnya, bantuan PKH, bantuan stimulus, hingga BLTS yang dicairkan bersamaan dalam satu KKS.
Kondisi ini membuat sebagian KPM menerima saldo lebih besar dari perkiraan awal.
Perbedaan nominal antar-KPM, meskipun berada di wilayah yang sama, disebabkan oleh penggabungan hak bantuan akibat validasi data terbaru.
KKS BRI Paling Masif Salurkan BPNT Tahap 4
Berdasarkan laporan terkini, KKS Bank BRI menjadi yang paling dominan dalam penyaluran BPNT Tahap 4.
Mayoritas KPM pengguna KKS BRI melaporkan saldo masuk tanpa notifikasi sebelumnya, dengan dana langsung tersedia saat pengecekan melalui ATM.
Pencairan melalui BRI didominasi oleh KPM hasil validasi baru, termasuk KPM irisan PKH murni yang kini tervalidasi sebagai penerima BPNT, serta pemilik KKS lama era COVID-19 yang kembali aktif.
Selain itu, KKS baru hasil peralihan penyaluran dari kantor pos ke KKS juga mulai menerima saldo secara bertahap.
Mandiri Menyusul, BNI dan BSI Bertahap
Sebelumnya, KKS Bank Mandiri dilaporkan lebih dulu mencairkan saldo Rp600.000 dengan jumlah laporan cukup besar.
Nominal tersebut berasal dari BPNT Tahap 4 dan kombinasi bantuan lainnya.
Pada perkembangan terbaru, sebagian KPM Mandiri mulai menerima tambahan saldo, menandakan lanjutan pencairan multitahap yang diperkirakan berlanjut.
Sementara itu, KKS BNI dan BSI mulai menyusul meskipun belum semasif BRI dan Mandiri.
Sejumlah KPM melaporkan saldo masuk bertahap dari bantuan tahap sebelumnya. Umumnya, BNI dan BSI memang menyalurkan setelah BRI dan Mandiri relatif stabil.
Multibansos Jadi Penyebab Saldo Tidak Seragam
Penyaluran BPNT pada akhir Desember ditandai dengan banyaknya KPM yang menerima saldo tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Hal ini terjadi karena adanya validasi silang data, seperti KPM BPNT murni yang tervalidasi menjadi peserta PKH, maupun KPM PKH murni yang kini masuk sebagai penerima BPNT.
Penggabungan hak bantuan dalam satu KKS inilah yang menyebabkan pencairan disebut multibansos.
Akibatnya, nominal saldo yang diterima antar-KPM berbeda-beda, meskipun berasal dari desa atau kecamatan yang sama.
Penyaluran Aktif di Berbagai Wilayah Indonesia
Progres penyaluran BPNT Tahap 4 dilaporkan aktif di berbagai wilayah, antara lain Jawa Tengah (Brebes, Pemalang, Banyumas, Cilacap), Jawa Timur (Jember, Lumajang, Probolinggo, Malang), Jawa Barat (Cirebon, Indramayu, Garut, Tasikmalaya), serta wilayah Sumatera seperti Lampung, Palembang, Medan, dan Padang.
Selain itu, laporan pencairan juga mulai muncul dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat.
Data penyaluran terus bertambah hingga malam hari dan diprediksi semakin meluas pada hari berikutnya.
Fokus BPNT Tahap 4 pada KPM Hasil Validasi Baru
BPNT Tahap 4 kali ini difokuskan kepada KPM hasil validasi baru, termasuk irisan PKH murni, pemilik KKS lama era COVID-19, peralihan penyaluran dari pos ke KKS, serta KPM yang sebelumnya tertunda atau mengalami gagal salur.
Dengan demikian, KPM yang sebelumnya belum pernah menerima pencairan tetap memiliki peluang selama data kepesertaan telah dinyatakan valid dan aktif.***
Editor : Eli Kustiyawati