H-7 Batas Akhir Pencairan Bansos 2025: BPNT Tahap 4 Belum Cair Serentak, Kenapa? Ini Alasannya
Mutia Tresna Syabania• Rabu, 24 Desember 2025 | 18:11 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
RADAR BOGOR - Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, gelombang pencairan bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 (alokasi Oktober–Desember) terus digeber.
Sejumlah KPM dikabarkan menerima pencairan melalui KKS dari berbagai bank seperti BNI, BRI, Mandiri, BSI. Namun, ada pula KPM yang saldo KKS miliknya masih kosong.
Dikutip dari Youtube Info Bansos, pencairan yang tidak serentak ini disebabkan oleh beberapa faktor teknis dan administratif.
Penyaluran di akhir tahun menunjukkan grafik positif yang mana saldo BPNT sebesar Rp600.000 (alokasi 3 bulan) cair di rekening KPM.
Status di situs cek bansos (program sembako) sebagian besar sudah berubah ke Tahap 4.
Hal ini didukung oleh SIKS-NG yang menunjukkan keterangan SPM (Surat Perintah Membayar) atau SI (Standing Instruction), yang menandakan dana sudah diperintahkan untuk ditransfer.
Antrian pun KPM terlihat di berbagai wilayah mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sulawesi.
KKS lama (KKS Mandiri) dilaporkan lebih cepat cair dibandingkan KKS baru yang mungkin masih memerlukan aktivasi di cabang.
Alasan Utama Pencairan Bansos Tidak Serentak
Ketidakserentakan pencairan bansos di antaranya hal yang umum terjadi karena empat alasan teknis berikut:
Verifikasi silang data melalui DTSEN dilakukan untuk memastikan KPM masih layak, tidak menerima bansos ganda, dan data rumah tangga (NIK) sinkron dengan Dukcapil.
Jika ada data yang kurang lengkap atau tidak sinkron seperti NIK tidak valid, pencairan KPM tersebut akan mengalami delay atau penundaan.
• Penyaluran Bertahap Berdasarkan Wilayah dan Bank
Pencairan Bansos tidak dilakukan serentak secara nasional, prosesnya dibagi berdasarkan:
- Wilayah: Disalurkan per provinsi, kabupaten, hingga kecamatan, dengan jadwal berbeda misalnya sebagian Jawa Barat cair lebih dulu, daerah Timur menyusul.
- Bank Penyalur: Bank dengan jaringan agen yang luas seperti BRI dengan Brilink dan Mandiri seringkali memproses transfer lebih cepat.
• Kendala Teknis dan Integrasi Sistem (Batch Failure)
Integrasi antara sistem Kemensos dan Bank Himbara terkadang mengalami glitch atau kegagalan transfer batch karena overload server, terutama menjelang akhir tahun.
Dampaknya transfer dana mungkin tertunda 1-2 hari karena bank melakukan pemeliharaan (maintenance) atau menyelesaikan volume transaksi yang tinggi.
• Prioritas Kuota dan Anggaran
Penyaluran Tahap 4 diprioritaskan untuk kelompok tertentu terlebih dahulu (misalnya, KPM miskin ekstrem) sebelum merata ke KPM lainnya.
KPM yang menerima PKH dan BPNT (multi-bansos) mungkin menerima saldo lebih besar (bisa tembus Rp2 Juta) dan proses transfernya bisa jadi lebih kompleks.
Batas Waktu Pencairan
Terdapat batas akhirpencairan bansos untuk tahun anggaran 2025 yakni 31 Desember 2025. Jika KPM tidak segera melakukan penarikan tunai atau pengambilan bantuan (bagi yang disalurkan via PT Pos) sampai tanggal 31 Desember, dana Bansos tersebut akan ditarik kembali ke Kas Negara.
Belumcair bukan berarti dicoret, Anda kemungkinan masih masuk antrian batch transfer berikutnya.
Jika status di situs cek bansos sudah positif (misalnya SPM/SI), tetapi saldo masih kosong, segera lapor ke pendamping sosial Anda untuk dicek status rekening di SIKS-NG.***