RADAR BOGOR - Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMA tahun 2025 baru saja resmi dirilis dan langsung menjadi sorotan hangat di kalangan pendidikan.
Data ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari peta kekuatan akademik siswa di seluruh Indonesia yang memilih berbagai mata pelajaran sesuai minat dan bakat mereka.
Satu hal yang cukup mencolok dalam laporan tahun ini adalah adanya rentang nilai yang sangat jauh antara mata pelajaran yang paling dikuasai siswa dengan mata pelajaran yang dianggap paling menantang.
Berdasarkan data yang dilansir dari website resmi TKA Kemendikdasmen, terdapat kontras yang tajam yang menggambarkan bagaimana penguasaan materi di lapangan sangat bervariasi.
Posisi tertinggi tahun ini berhasil diraih oleh mata pelajaran Antropologi dengan rerata nilai mencapai 70,43.
Keberhasilan ini diikuti oleh total 25.046 peserta. Angka ini menunjukkan sebuah tren positif, di mana para siswa yang memilih Antropologi tampaknya memiliki persiapan yang sangat matang dan minat yang spesifik terhadap ilmu budaya dan sosial.
Konsentrasi jumlah peserta yang tidak terlalu masif memungkinkan distribusi nilai menjadi lebih stabil di angka tinggi.
Di sisi lain, hasil yang cukup mengejutkan datang dari mata pelajaran bahasa asing. Posisi terendah tahun ini ditempati oleh Bahasa Korea dengan rerata nilai 28,55 dari total 2.539 peserta.
Meskipun budaya populer Korea sangat digandrungi oleh anak muda, ternyata menguasai bahasanya secara akademik adalah tantangan yang berbeda.
Rendahnya angka rata-rata ini diduga dipicu oleh tingkat kesulitan sistem aksara Hangeul dan tata bahasa yang sangat berbeda jauh dari struktur Bahasa Indonesia.
Selain itu, keterbatasan akses terhadap tenaga pendidik profesional dan sumber belajar formal di sekolah-sekolah umum diprediksi menjadi faktor utama mengapa nilai pada mata pelajaran ini masih perlu banyak didorong.***
Editor : Eli Kustiyawati