RADAR BOGOR - Pencairan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 untuk periode akhir tahun 2025 kembali menunjukkan pergerakan positif untuk KPM.
Di tengah masa libur nasional setelah Natal dan menjelang pergantian tahun, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terpantau menerima saldo bansos BPNT sebesar Rp600.000 langsung ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Kondisi ini menjadi sinyal penting bahwa proses penyaluran bansos BPNT ke KPM masih terus berjalan aktif hingga batas akhir Desember, sekaligus menjawab keresahan banyak penerima yang menunggu kepastian pencairan.
1. Update pencairan BPNT per 26 Desember 2025
Dikutip dari kanal Info Bansos, pada tanggal 26 Desember 2025, sejumlah KPM melaporkan saldo BPNT masuk ke rekening KKS meskipun perbankan sedang dalam masa libur.
Dana yang diterima tercatat sebesar Rp600.000 dan masuk melalui bank-bank penyalur Himbara seperti BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
Hal ini dimungkinkan karena sistem transfer bantuan sosial berjalan otomatis dan tidak sepenuhnya bergantung pada aktivitas operasional kantor bank, sehingga penyaluran tetap berlangsung meski di hari libur.
2. Rincian bantuan BPNT Tahap 4 akhir 2025
Bantuan yang cair merupakan akumulasi BPNT untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025. Total nominal yang diterima setiap KPM adalah Rp600.000.
Penyaluran ini menjadi bagian dari tahap akhir bansos tahun anggaran 2025, sehingga pencairannya difokuskan untuk menyelesaikan seluruh hak penerima sebelum tutup tahun.
Sejumlah KPM bahkan melaporkan saldo sudah masuk sejak 24 dan 25 Desember, menandakan proses distribusi dilakukan secara bertahap namun konsisten.
3. Kelompok KPM yang diprioritaskan menerima pencairan
Pencairan BPNT Tahap 4 saat ini belum merata ke seluruh penerima karena adanya prioritas berdasarkan hasil pemutakhiran data.
Kelompok pertama adalah KPM hasil validasi baru, yaitu keluarga yang sebelumnya hanya menerima PKH murni dan setelah verifikasi dinyatakan layak menerima BPNT tambahan.
Kelompok kedua adalah pemegang KKS lama terbitan tahun 2017, 2020, dan 2021 yang sempat nonaktif namun kini status kartunya kembali aktif dan mulai menerima saldo.
Kelompok ketiga adalah KPM peralihan penyaluran dari PT Pos ke bank Himbara yang telah menyelesaikan proses pembukaan rekening kolektif atau Burekol.
4. Alasan pencairan belum diterima seluruh KPM
Belum meratanya pencairan disebabkan oleh proses verifikasi dan sinkronisasi data di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dilakukan secara ketat.
Selain itu, migrasi data penyaluran dari sistem lama ke sistem perbankan Himbara membutuhkan penyesuaian teknis agar dana tersalurkan tepat sasaran.
Oleh karena itu, penyaluran dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan kesalahan dan memastikan hanya KPM yang memenuhi syarat yang menerima bantuan.
5. Batas waktu penyaluran BPNT Tahap 4
Kementerian Sosial menargetkan percepatan penyaluran BPNT Tahap 4 ini rampung sebelum akhir tahun 2025.
Batas waktu pencairan ditetapkan hingga 31 Desember 2025, sehingga KPM yang saat ini belum menerima saldo masih memiliki peluang besar untuk memperoleh bantuan dalam beberapa hari ke depan selama status kepesertaannya aktif dan valid.
6. Imbauan penting untuk KPM BPNT
KPM disarankan untuk rutin mengecek status kepesertaan dan pencairan bantuan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Jika saldo BPNT belum masuk ke KKS, penerima diimbau tetap bersabar dan melakukan pengecekan berkala hingga akhir Desember.
Selama proses penyaluran masih berjalan, dana dapat masuk sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya, termasuk di luar hari kerja.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga