RADAR BOGOR - Selain pencairan bansos PKH dan BPNT tahap akhir tahun 2025, pemerintah juga mengumumkan paket bantuan besar-besaran bagi masyarakat terdampak bencana alam di Sumatera Barat dan Aceh.
Informasi bantuan selain bansos PKH BPNT, ini mencuat setelah pertemuan antara Sekretaris Kabinet T.D. Indra Widjaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah skema bantuan yang harus disalurkan cepat, tepat, dan langsung ke masyarakat, tidak hanya bansos PKH BPNT.
Pemerintah memastikan adanya BLT reguler sebesar Rp200.000 per bulan, ditambah BLT tambahan selama tiga bulan dengan total Rp900.000.
Program ini menyasar sekitar 35 juta kepala keluarga atau setara 120 juta jiwa di seluruh Indonesia.
Dilansir dari Instagram @sekretariat.kabinet, khusus bagi warga yang terdampak bencana alam di Sumatera dan Aceh, setiap kepala keluarga akan menerima bantuan minimal Rp8.000.000. Bantuan tersebut terdiri dari:
• Rp3.000.000 untuk pengisian dan perbaikan rumah
• Rp5.000.000 untuk pemulihan ekonomi keluarga
Selain itu, masyarakat terdampak juga mendapatkan:
• Bantuan pangan beras 10 kg per bulan
• Uang lauk-pauk Rp300.000–Rp450.000 per bulan
• Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap
• Uang tunggu hunian sebesar Rp600.000
Tak hanya fokus pada pemulihan ekonomi, pemerintah juga menyiapkan santunan khusus bagi korban bencana. Santunan yang diberikan meliputi:
• Rp15.000.000 untuk korban meninggal dunia
• Rp5.000.000 untuk korban luka berat
Seluruh bantuan tersebut akan disalurkan langsung oleh Kementerian Sosial berdasarkan data dan persetujuan pemerintah daerah, mulai dari bupati hingga wali kota setempat.
Pemerintah berharap rangkaian bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana, sekaligus membantu masyarakat bangkit dari dampak longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Barat dan Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
Di akhir pernyataannya, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan agar proses pemulihan berjalan lancar dan kondisi warga terdampak dapat segera pulih serta lebih baik ke depannya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga