RADAR BOGOR - Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 4 kembali menjadi sorotan publik di penghujung tahun 2025.
Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sempat ragu, bahkan pesimis, apakah bantuan senilai Rp600.000 masih bisa cair mengingat momen libur Natal dan akhir pekan panjang.
Namun, kabar terbaru justru membawa angin segar bagi masyarakat penerima bansos.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, berdasarkan berbagai laporan lapangan, testimoni KPM, hingga tangkapan layar transaksi ATM, pencairan BPNT tahap 4 terpantau mulai bergerak pada 26 Desember 2025.
Sejumlah KPM mengaku saldo Rp600.000 telah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik mereka, khususnya dari bank penyalur Himbara seperti BRI, BNI, dan Mandiri.
BPNT tahap 4 sendiri merupakan bagian dari Program Sembako tahun 2025 untuk periode Oktober, November, dan Desember.
Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan, yang dicairkan sekaligus menjadi Rp600.000.
Sesuai rencana awal Kementerian Sosial (Kemensos), penyaluran seharusnya dimulai sejak akhir November atau awal Desember.
Namun, prosesnya berlangsung bertahap karena adanya verifikasi data yang ketat.
Salah satu penyebab utama keterlambatan pencairan adalah proses validasi ulang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN).
Kemensos memastikan bahwa hanya keluarga yang benar-benar memenuhi kriteria yang akan menerima bantuan.
Hal ini dilakukan untuk menjaga ketepatan sasaran dan mencegah bantuan jatuh ke pihak yang tidak berhak.
Menariknya, meskipun bank tidak membuka layanan cabang selama libur, sistem perbankan nasional tetap berjalan otomatis.
Transfer bansos dapat diproses kapan saja selama sudah ada pengajuan dari KPPN dan instruksi resmi (standing instruction) dari Kemensos ke bank penyalur.
Inilah yang menjelaskan mengapa saldo BPNT tetap bisa masuk meski bertepatan dengan hari libur nasional.
Di media sosial dan forum komunitas bansos, beredar banyak bukti pencairan berupa struk ATM, notifikasi SMS banking, hingga laporan agen bank yang menggunakan mesin EDC atau ADC.
Bahkan beberapa KKS lama yang sempat nonaktif sejak 2020–2021 dilaporkan aktif kembali dan langsung menerima saldo bantuan.
Namun, pencairan ini memang belum merata.
Berdasarkan data BNBA dan laporan lapangan, prioritas pencairan tahap awal diberikan kepada tiga kelompok KPM, yakni hasil validasi baru dari irisan PKH murni, pemilik KKS lama yang diaktifkan kembali, serta KPM hasil migrasi penyaluran dari PT Pos ke bank Himbara.
Kemensos menegaskan bahwa penyaluran BPNT tahap 4 tetap berlangsung hingga 31 Desember 2025.
Artinya, bagi KPM yang hingga kini belum menerima saldo, peluang pencairan masih terbuka lebar.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan dapat tersalurkan sebelum tahun baru.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan BPNT, pengecekan dapat dilakukan melalui situs cekbansos.go.id atau aplikasi Cek Bansos dengan memasukkan data diri yang sesuai.
Selama data valid dan terdaftar, KPM diminta tetap tenang dan rutin melakukan pengecekan saldo KKS.***
Editor : Eli Kustiyawati