RADAR BOGOR - Pencairan BPNT tahap 4 untuk alokasi Oktober hingga Desember 2025 senilai Rp600.000 tercatat terus bergerak secara bertahap dan semakin meluas.
Dana bantuan tersebut disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera yang terhubung dengan bank-bank Himbara, meliputi BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Seiring mendekati penghujung tahun, laporan penerimaan dana mulai datang dari berbagai wilayah, menunjukkan bahwa proses penyaluran masih berjalan aktif.
Dilansir dari kanal Info Bansos Sejumlah daerah yang terpantau telah menerima saldo antara lain wilayah Toraja di Sulawesi Selatan, Garut di Jawa Barat, Bengkulu Utara, Lampung Timur, serta beberapa kabupaten di Jawa Tengah seperti Sragen dan Kebumen.
Selain itu, pencairan juga dilaporkan terjadi di Minahasa, sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur, hingga kawasan perkotaan seperti Tangerang, Jakarta, dan Bogor.
Di tengah kabar positif tersebut, muncul pula keluhan dari sebagian penerima yang mendapati saldo KKS mereka berubah menjadi minus atau tidak dapat ditarik meskipun sebelumnya sempat terdeteksi masuk.
Berdasarkan penelusuran mutasi rekening, terdapat catatan transaksi debit yang menarik kembali dana bantuan dalam jumlah besar pada tanggal tertentu di akhir Desember.
Penarikan otomatis ini terjadi karena bantuan tidak segera dicairkan atau ditransaksikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Sistem penyaluran dirancang agar anggaran bantuan terserap tepat waktu, sehingga dana yang tidak dimanfaatkan hingga tenggat akan dikembalikan ke kas negara.
Kondisi inilah yang menyebabkan sebagian saldo tampak hangus meskipun sempat tercatat masuk.
Selain BPNT, perhatian juga tertuju pada pencairan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar termin ketiga untuk periode Oktober hingga Desember 2025.
Bantuan ini masih terus disalurkan secara susulan hingga akhir bulan, memberikan peluang bagi peserta didik yang memenuhi syarat untuk menerima haknya.
Nominal bantuan PIP bervariasi sesuai jenjang pendidikan, mulai dari kisaran ratusan ribu rupiah untuk siswa sekolah dasar hingga lebih dari satu juta rupiah untuk jenjang SMA atau SMK.
Kehadiran bantuan pendidikan ini di akhir tahun menjadi pelengkap penting bagi keluarga penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan sekolah dan persiapan semester berikutnya.
Editor : Eka Rahmawati