Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BPNT Tahap 4 2025 Belum Berakhir Meski Akhir Pekan dan Jelang Tahun Baru, Saldo KKS KPM Terpantau Cair di Bank Penyalur Ini

Khairunnisa RB • Senin, 29 Desember 2025 | 16:38 WIB

Ilustrasi: Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) penerima bantuan sosial (bansos).
Ilustrasi: Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) penerima bantuan sosial (bansos).


RADAR BOGOR - Menjelang penghujung tahun 2025, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tertuju pada penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNTtahap 4 periode Oktober–Desember 2025.

Pada Minggu, 28 Desember 2025, penyaluran BPNT memang terpantau tidak masif. Akan tetapi, kondisi ini tidak serta-merta berarti bantuan berhenti.

Dilansir dari YouTube Info Bansos berdasarkan pantauan dari berbagai laporan resmi dan unggahan media sosial, saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik KPM di bank Himbara atau bank penyalur seperti BRIBNIMandiri, hingga BSI dilaporkan masih mengalami pencairan, meskipun berlangsung secara terbatas dan senyap.

Baca Juga: UMSK 8 Daerah di Jabar Termasuk Kota Bogor Jadi Polemik, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Ditetapkan Hari Ini

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, mengapa bantuan masih cair meski akhir pekan dan menjelang tutup tahun anggaran?

Penyaluran bantuan sosial, termasuk BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH) dirancang bertahap dan tidak serentak.

Skema ini bertujuan menghindari kepadatan sistem perbankan sekaligus memastikan validitas data penerima tetap terjaga. Selain itu, faktor akhir pekan turut memengaruhi ritme penyaluran.

Banyak kantor cabang bank beroperasi terbatas, sehingga distribusi saldo ke KKS tidak seintens hari kerja.

Meski begitu, proses distribusi sejak pertengahan Desember agar dana tidak hangus dan dapat dimanfaatkan KPM untuk kebutuhan pokok, khususnya sembako.

Baca Juga: KPM Tak Selamanya Dapat Bansos, Ingat Graduasi Setelah 5 Tahun hingga Program Pemberdayaan agar Lebih Mandiri

Faktor lain yang membuat penyaluran terkesan “senyap” adalah proses verifikasi dan pemutakhiran data.

Saat ini, pemerintah masih melakukan sinkronisasi data melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) serta transisi ke Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebagian KPM harus melalui validasi ulang, terutama yang data kependudukannya memerlukan pembaruan dari Dukcapil.

Proses ini bukan penghapusan permanen, melainkan langkah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Meski tidak diumumkan secara besar-besaran, laporan dari berbagai daerah menunjukkan bantuan masih mengalir.

Di Palopo, Sulawesi Selatan, sejumlah KPM melaporkan KKS lama BPNT sudah cairmeski belum merata.

Baca Juga: 10 Tahun Menjaga Selokan, Dede Sukria Berjuang Bersih-bersih Kota Bogor Tanpa Upah

Sedangkan di Sulawesi Utara, KPM non lansia pengguna KKS Mandiri melaporkan pencairan pada Minggu siang sekitar pukul 11.00 WITA.

Temuan ini mengindikasikan bahwa BPNT tahap 4 masih berjalan hingga akhir Desember, hanya saja disalurkan dalam gelombang kecil.

Secara nasional, penyaluran bansos hingga akhir Desember 2025 telah mencapai 80–85 persen, atau lebih dari 28 juta KPM.

Penyaluran dilakukan melalui dua jalur utama, yakni bank Himbara untuk sekitar 18 juta KPM dan PT Pos Indonesia untuk sekitar 17–18 juta KPM.

Dengan waktu yang tersisa hingga 31 Desember, pemerintah optimistis penyaluran BPNT tahap 4 dapat diselesaikan tepat waktu.

Editor : Eka Rahmawati
#bpnt #bansos #kks