Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan Wacana Akhir Tahun 2025, Bansos PKH BPNT Berstatus SI dan BLT Rp900 Ribu Gelombang 3 Mulai Disalurkan

Ira Yulia Erfina • Senin, 29 Desember 2025 | 19:52 WIB
Ilustrasi. Penyaluran bansos PKH BPNT.
Ilustrasi. Penyaluran bansos PKH BPNT.

RADAR BOGOR - Sejumlah program utama bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) tambahan senilai Rp900.000 mulai memasuki fase pencairan lanjutan yang sangat krusial.

Dilansir dari kanal Diary Bansos, pada pencairan PKH dan BPNT periode Oktober hingga Desember 2025, banyak data penerima yang mengalami perubahan status di sistem SIKS-NG, khususnya pada menu DTKS.

Status yang paling banyak muncul adalah SI atau Standing Instruction. Status ini menandakan bahwa bank penyalur telah menerima perintah resmi untuk memindahbukukan dana bansos PKH BPNT ke rekening masing-masing penerima.

Artinya, secara administratif bantuan tersebut sudah siap dicairkan dan tinggal menunggu KPM melakukan penarikan melalui kartu KKS atau buku rekening di bank penyalur.

KPM yang telah berstatus SI sangat disarankan untuk segera mengecek saldo dan melakukan pencairan agar bantuan tidak tertahan menjelang pergantian tahun.

Namun demikian, tidak semua data KPM otomatis berstatus cair. Masih terdapat kemungkinan munculnya status exclude yang menandakan bantuan tidak disalurkan pada tahap ini.

Oleh karena itu, KPM dianjurkan untuk aktif berkoordinasi dengan operator SIKS-NG di desa atau pendamping sosial setempat guna memastikan posisi status masing-masing.

Langkah ini menjadi penting agar KPM tidak menunggu pencairan yang pada akhirnya tidak terjadi akibat ketidaksesuaian data.

Selain PKH dan BPNT, perhatian besar juga tertuju pada pencairan BLT tambahan senilai Rp900.000 yang masuk dalam gelombang ketiga.

Bantuan ini merupakan rapelan alokasi tiga bulan sekaligus, yaitu Oktober, November, dan Desember 2025. Nominal tersebut diberikan sebagai bagian dari program bantuan sosial daerah atau skema kesejahteraan yang menyasar masyarakat rentan.

Pencairan dijadwalkan berlangsung pada 30 hingga 31 Desember 2025, sehingga masuk dalam kategori pencairan akhir tahun yang harus segera dimanfaatkan oleh penerima.

Penyaluran BLT Rp900.000 ini dilakukan melalui PT Pos Indonesia dengan mekanisme yang disesuaikan dengan jumlah penerima di setiap wilayah.

Apabila jumlah penerima relatif sedikit, pencairan dilakukan langsung di Kantor Pos cabang. Sementara itu, jika jumlah penerima cukup besar, penyaluran biasanya dialihkan ke titik komunitas seperti kantor desa atau kelurahan guna menghindari antrean panjang.

Informasi pencairan ini telah terkonfirmasi untuk wilayah Kabupaten Banyuwangi dan dapat menjadi acuan bagi daerah lain yang memiliki pola penyaluran serupa di akhir tahun.

Memasuki tanggal-tanggal terakhir Desember, pemerintah secara nasional tengah mengejar target realisasi anggaran agar mencapai serapan maksimal.

Kondisi ini berdampak langsung pada percepatan pencairan bansos. KPM diimbau untuk rutin mengecek saldo kartu KKS, terutama bagi mereka yang sudah berstatus SI.

Jika pengecekan dilakukan berulang kali namun saldo tetap kosong hingga akhir tahun, maka besar kemungkinan bantuan tersebut tidak disalurkan karena status kepesertaan sudah tidak memenuhi kriteria pada tahap ini.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh