RADAR BOGOR - Menjelang penutupan tahun 2025, kabar mengejutkan datang dari penyaluran bantuan sosial pemerintah.
Di tengah libur akhir tahun, saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan mulai terisi.
Fenomena ini ramai dibicarakan karena terjadi tanpa pengumuman besar-besaran, namun terpantau konsisten di berbagai wilayah.
Berdasarkan pemantauan pada 29 Desember 2025, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 4 menunjukkan tren pencairan positif.
Meski tidak berlangsung serentak, laporan dari masyarakat mengonfirmasi saldo bantuan mulai masuk secara bertahap.
Baca Juga: Menjelang Tutup Tahun 2025, Sinyal Bansos PKH dan BPNT Cair Menguat, Status SI Bermunculan, tapi KPM Kategori Ini Bisa Gagal Terima Bantuan
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, BPNT tahap ini mencakup periode Oktober hingga Desember 2025 dengan total bantuan sebesar Rp600.000 per KPM, hasil penggabungan Rp200.000 per bulan selama tiga bulan.
Menariknya, pencairan kali ini banyak dialami oleh pemegang KKS lama terbitan tahun 2017 dan 2018 dari bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Hal ini sekaligus mematahkan kekhawatiran bahwa kartu lama tidak lagi aktif. Justru sebaliknya, kartu-kartu tersebut kembali menunjukkan aktivitas saldo.
Laporan lapangan dari media sosial memperkuat temuan ini.
Baca Juga: Jadi Tamu Tak Diundang di Acara Pernikahan Warga Citeureup Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Puji Sosok Pengantin Pria
Sejumlah KPM di Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, hingga Jawa Barat membagikan pengalaman mereka saat saldo bantuan tiba-tiba masuk.
Istilah “saldo meleleh” kembali populer, merujuk pada dana bantuan yang masuk tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Data dari berbagai media nasional juga mengonfirmasi bahwa penyaluran BPNT tahap 4 dan bantuan susulan PKH masih berlangsung hingga 31 Desember 2025.
Pemerintah mengimbau KPM untuk rutin mengecek saldo KKS melalui ATM atau layanan perbankan digital guna memastikan bantuan tidak terlewat.
Perlu dipahami, pencairan tidak dilakukan secara serentak karena bergantung pada proses validasi Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN), integrasi desil ekonomi, serta kesiapan masing-masing wilayah.
Baca Juga: Bukan Cuma Bansos BPNT, BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Melalui Kantor Pos, Begini Nasib KPM Desil 5 sampai 6
Oleh karena itu, KPM yang belum menerima bantuan diminta tetap bersabar dan melakukan pengecekan berkala.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan, pemerintah menyediakan layanan resmi melalui situs cekbansos.go.id.
Dengan memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP, status penerima dapat diketahui secara transparan.
Fenomena pencairan diam-diam ini menjadi bukti bahwa program bansos masih berjalan aktif hingga penghujung tahun.
Pemerintah memastikan seluruh dana yang telah dialokasikan akan tetap disalurkan kepada KPM yang datanya dinyatakan valid.