RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dikejutkan dengan saldo bansos yang tiba-tiba menjadi nol rupiah meskipun sudah masuk jadwal pencairan.
Fenomena penyitaan dana ini terjadi akibat KPM tidak segera melakukan transaksi sebelum batas akhir 31 Desember 2025, yang mengakibatkan dana bantuan dialihkan kembali ke kas negara secara sistematis.
Dilansir dari channel YouTube Klik Bansos, berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah KPM BPNT melaporkan adanya transaksi aneh berupa Pendebitan Otomatis Penyenihilan pada mutasi rekening mereka.
Hal ini terjadi karena dana yang sudah masuk sejak tanggal 19 Desember tidak segera ditarik hingga melewati batas verifikasi perbankan. Jika melihat saldo sudah masuk di aplikasi cek bansos tetapi nihil di mesin ATM, segera lakukan koordinasi dengan pendamping sosial sebelum sistem menutup akses tahun anggaran 2025 besok malam.
Saat tengah dilakukan percepatan atau akselerasi untuk beberapa jenis bansos sekaligus, pastikan mengecek saldo KKS untuk jenis bantuan berikut:
- PKH Tahap 4: Bantuan reguler komponen kesehatan, pendidikan, dan lansia.
- BPNT (Sembako): Alokasi dana Rp600.000 untuk periode akhir tahun.
- BLT Kesra Rp900.000: Bantuan tambahan khusus bagi kriteria tertentu.
- Bansos Pangan: Distribusi beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter yang harus tuntas disalurkan.
Sementara itu jika bantuan belum cair padahal data di SIKS-NG sudah SPM (Surat Perintah Membayar), jangan panik. Hal ini seringkali terjadi karena kendala teknis perbankan.
Segera datangi bank penyalur atau bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, atau BTN) terkait untuk memastikan tidak ada pemblokiran rekening secara sepihak dan pastikan data KTP sudah padan dengan data Dukcapil terbaru.
Keaktifan KPM dalam mengecek saldo secara mandiri menjadi kunci agar tidak hangus dan kembali ke negara, segera cairkan bantuan tanpa potongan.***
Editor : Eka Rahmawati