Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sisa 2 Hari Menuju 2026, Ini Daftar 7 Bansos yang Sudah Masuk KKS KPM dan Masih Bisa Dicairkan Akhir Desember 2025

Ira Yulia Erfina • Selasa, 30 Desember 2025 | 20:59 WIB
Ilustrasi. Penyaluran bansos ke KPM pemegang KKS.
Ilustrasi. Penyaluran bansos ke KPM pemegang KKS.

RADAR BOGOR - Memasuki detik-detik akhir tahun 2025, pemerintah masih menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) yang dapat dicairkan KPM lewat KKS hingga tanggal 30 dan 31 Desember.

Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos pemegang KKS karena waktu pencairan yang tersisa sangat terbatas.

Bansos yang sudah masuk ke KKS KPM dianjurkan segera dicairkan agar tidak berpotensi tertunda atau tidak termanfaatkan secara maksimal.

Batas Waktu Pencairan Sangat Mendesak

Akhir Desember 2025 menjadi masa krusial pencairan bansos. Penerima manfaat hanya memiliki sisa waktu hari ini dan besok untuk menarik dana yang telah masuk.

Jika saldo sudah tersedia di KKS atau rekening, pencairan sebaiknya tidak ditunda mengingat pergantian tahun anggaran dapat memengaruhi akses terhadap dana tersebut.

PKH Masih Bisa Dicairkan

Dilansir dari kanal Sukron Channel, Program Keluarga Harapan tetap termasuk bantuan yang masih aktif bagi KPM berstatus layak. Dana PKH yang telah masuk ke rekening bank penyalur dapat segera ditarik melalui ATM atau agen resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

BPNT Masuk Daftar Bansos Aktif Akhir Tahun

Bantuan Pangan Non Tunai juga masih tersedia bagi penerima yang saldonya sudah masuk. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan dapat dicairkan atau dimanfaatkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

PIP Masih Berpeluang Dicairkan

Program Indonesia Pintar untuk siswa masih memiliki peluang pencairan, khususnya bagi penerima yang belum mengambil dana alokasi tahun 2025. Dalam beberapa kasus, bantuan ini juga masih bisa berlanjut ke awal tahun berikutnya selama status kepesertaan tetap aktif.

Bantuan Penebalan untuk Pemegang KKS Baru

Bagi penerima KKS baru yang belum mencairkan bantuan penebalan alokasi Juni–Juli, dana tersebut masih tercatat sebagai bantuan aktif. Pencairan perlu segera dilakukan agar tidak melewati batas waktu penyaluran.

BLT Kesra Tahap Akhir Masih Disalurkan

Bantuan Langsung Tunai Kesra senilai Rp900.000 masih berada pada tahap akhir penyaluran.

Bantuan ini menyasar puluhan juta keluarga dan disalurkan baik melalui rekening bank maupun secara tunai melalui PT Pos Indonesia, tergantung wilayah dan mekanisme yang ditetapkan.

BLT Desa Masih Berjalan di Beberapa Wilayah

BLT yang bersumber dari dana desa masih disalurkan di sejumlah desa dengan kuota terbatas. Penyaluran sepenuhnya bergantung pada kebijakan dan anggaran masing-masing pemerintah desa, sehingga jadwal pencairannya dapat berbeda antarwilayah.

Bantuan Atensi YAPI untuk Anak Yatim Piatu

Bantuan Atensi YAPI juga masih termasuk dalam daftar bansos yang bisa dicairkan. Penyalurannya umumnya melalui Bank Mandiri, sementara untuk wilayah Aceh menggunakan BSI sesuai ketentuan khusus daerah.

Pentingnya Mengecek Status di SIKS-NG

Sebelum ke ATM, KPM disarankan memahami status kepesertaan. Status “SI” atau “SPM” menandakan dana sudah diproses dan berpotensi besar telah masuk.

Sebaliknya, status “Exclude” berarti bantuan tidak dapat dicairkan karena keputusan sistem pusat, bukan kesalahan pendamping atau pihak desa.

KKS Baru dengan Saldo Nol Masih Berpeluang Tahun Depan

Baca Juga: Warga Antre Pencairan BLTS Kesra Tahap 4 di Kantor Pos Kota Bogor, Parkiran Membeludak hingga ke Jalur Pedestrian

Bagi penerima yang sudah memegang KKS namun saldonya masih kosong hingga akhir 2025, peluang tetap terbuka di tahun berikutnya selama data ekonomi dalam DTKS masih berada pada desil rendah dan memenuhi kriteria bantuan.

Masyarakat diimbau tidak menjadikan bantuan sosial sebagai sumber penghasilan tetap. Bansos diberikan sebagai dukungan sementara dan dapat dihentikan sewaktu-waktu sesuai evaluasi kelayakan dan kemampuan anggaran negara.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kpm #bansos #kks