RADAR BOGOR - Ada fenomena di lapangan terkait banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengecek Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sayangnya masih belum ada saldo bansos yang masuk.
Setelah mengecek status di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG), banyak KPM yang berstatus surat perintah membayar (SPM), belum standing instruction (SI).
Kemudian, ada juga KPM yang memiliki keterangan exclude, yang sudah bisa dipastikan bantuan tidak bisa dicairkan.
Walau begitu, masih ada sejumlah bansos yang masih bisa dicairkan pada 31 Desember 2025.
Pertama, Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) Rp900.000 alokasi Oktober, November, Desember 2025.
BLTS Kesra hanya disalurkan satu kali di akhir tahun 2025 yang saat ini sudah memasuki penyaluran gelombang ketiga lewat PT Pos Indonesia.
Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang mendapat penjadwalan pembagian selama 2 hari, sejak 30 - 31 Desember 2025.
Kemudian bantuan kedua yang masih bisa dicairkan pada Rabu (31/12/2025) ini adalah bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa yang sudah melakukan aktivasi rekening.
Saldo bantuan PIP yang sudah masuk rekening, bisa dicairkan baik melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau buku tabungan bank penyalur.
Berikutnya, bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) dan penebalan BPNT.
KPM harus rajin mengecek KKS, khawatir ada bantuan yang belum terambil karena saldo bisa hangus karena dana ditarik negara secara otomatis.
Sejumlah KPM mengatakan, ada saldo masuk senilai Rp600.000, namun terdebit otomatis karena telat melakukan penarikan dana bansos.
Peristiwa ini terjadi pada KPM pemilik KKS terbitan Bank Mandiri. Oleh karenanya, penerima manfaat harus rajib melakukan cek saldo agar bantuan tidak ditarik otomatis.
Bagi KPM yang sudah menerima pencairan bansos, sebaiknya menggunakan dana bantuan dengan baik sesuai peruntukannya.
Editor : Siti Dewi Yanti