Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KPM Jangan Panik Karena Status Kepesertaan di Cek Bansos Tertulis Tidak, Ini Penjelasannya dan Bocoran Saldo Masuk hingga Rp1,8 Juta

Kholikul Ihsan • Sabtu, 3 Januari 2026 | 14:17 WIB
Ilustrasi. Pemeriksaan status kepesertaan KPM di Cek Bansos.
Ilustrasi. Pemeriksaan status kepesertaan KPM di Cek Bansos.

RADAR BOGOR - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dikejutkan dengan perubahan status kepesertaan bansos di laman resmi Kemensos yang tiba-tiba berubah menjadi Tidak pada awal Januari 2026.

Namun, di tengah kepanikan soal status kepesertaan di Cek Bansos, melansir YouTube Klik Bansos, justru terpantau adanya aliran dana bantuan susulan mulai dari Rp400.000 hingga Rp1,8 juta yang masuk ke rekening KKS KPM lama maupun baru.

Untuk KPM yang status kepesertaan di laman Cek Bansos berubah, jangan terburu-buru menganggap dicoret.

Berikut adalah penjelasan teknis yang terjadi di balik sistem SIKS-NG dan daftar bantuan yang sedang cair saat ini, dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos.

Perubahan status di awal tahun anggaran bukan berarti Anda dihapus dari daftar penerima. Setidaknya ada dua alasan teknis utama menurut pantauan terbaru:

- Pembaruan Sistem Anggaran: Per Januari 2026, sistem sedang melakukan migrasi data dari tahun anggaran 2025 ke 2026.

Hal ini menyebabkan status terlihat kosong atau tidak aktif sementara hingga proses verifikasi tahap 1 selesai.

- Sinkronisasi Perbankan: Sedang dilakukan proses pengecekan antara data di perbankan dengan data DTKS. Selama proses sinkronisasi ini, status kepesertaan biasanya akan disembunyikan sementara oleh sistem.

Meskipun ada kendala tampilan status, proses transfer dana bantuan tetap berjalan untuk kategori bantuan susulan dan bantuan pendidikan. Berikut rinciannya:

- Saldo Rp600.000 dan Rp400.000: Merupakan pencairan BPNT tahap akhir 2025 dan bantuan penebalan bagi KPM yang baru tervalidasi.

- Saldo Rp900.000: Pencairan BLT Kesra untuk tahap penutup bagi KPM yang terdaftar dalam SK susulan.

- Top-up PIP hingga Rp1,8 Juta: Bantuan Pendidikan Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SMA/SMK sudah mulai cair.

KPM diminta segera melakukan pengecekan saldo, terutama bagi yang sudah aktivasi rekening sebelum Desember lalu.

Jika hingga pertengahan Januari 2026 status Anda masih tetap Tidak, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan:

- Cek Melalui Pendamping Sosial: Mintalah pendamping PKH untuk mengecek di aplikasi SIKS-NG. Data di aplikasi ini jauh lebih detail dan real-time dibandingkan web Cek Bansos publik.

- Verifikasi NIK di Dukcapil: Pastikan data NIK Anda tidak mengalami masalah administrasi yang menyebabkan gagal sistem (Omspan).

- Aktivasi Segera: Khusus penerima PIP, pastikan aktivasi rekening dilakukan sebelum 31 Januari 2026 agar dana tidak hangus.

Pemerintah saat ini masih fokus pada proses Verifikasi dan Validasi (Verval) kelayakan penerima. Dana PKH dan BPNT untuk alokasi Januari-Maret 2026 diprediksi baru akan disalurkan secara bertahap pada bulan Februari hingga Maret 2026.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#status kepesertaan #kpm #bansos