RADAR BOGOR - Awal tahun 2026 membawa kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial (bansos).
Beberapa penerima telah mulai menerima saldo masuk ke rekening mereka, dengan nominal bervariasi mulai dari Rp400.000 hingga Rp1,8 juta.
Pencairan ini merupakan lanjutan dari anggaran tahun 2025 yang baru tersalurkan di awal Januari. Selain itu, muncul isu viral mengenai perubahan status kepesertaan bansos di aplikasi SIKS-NG dari “Ya” menjadi “Tidak”, yang kini telah mendapat klarifikasi resmi.
1. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Rp600.000
Dilansir dari kanal Klik Bansos, sejumlah KPM melaporkan penerimaan saldo sebesar Rp600.000 pada tanggal 2 Januari. Dana ini merupakan pencairan BPNT Tahap 4 tahun anggaran 2025 yang baru saja masuk.
Untuk penerima yang statusnya sudah berlabel SI (Standing Instruction) di aplikasi SIKS-NG, pencairan dapat dilakukan dalam 1-7 hari ke depan. Penerima tidak perlu khawatir karena saldo akan tetap masuk sesuai prosedur, meski status awal terlihat berbeda.
2. Bantuan Penebalan dan KKS Baru Rp400.000
Saldo Rp400.000 ditujukan bagi KPM pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru yang sebelumnya belum menerima pencairan.
Bantuan ini termasuk penebalan atau susulan untuk mereka yang baru terdata valid atau baru mendapatkan kartu. Proses ini memastikan setiap KPM baru tetap mendapatkan hak bansos sesuai regulasi.
3. BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Rp900.000
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp900.000 juga mulai masuk rekening bagi KPM, baik pemegang KKS lama maupun baru, yang sebelumnya belum menerima pencairan tahap terakhir.
4. Program Indonesia Pintar (PIP) Hingga Rp1,8 Juta
Bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap 3 tahun anggaran 2025 mulai dicairkan bagi siswa yang sudah melakukan aktivasi rekening.
Seiring awal tahun, banyak KPM mengalami perubahan status di aplikasi SIKS-NG dari “Ya” menjadi “Tidak”.
Hal ini bukan berarti penerima dibatalkan, melainkan bagian dari proses pembaruan data dari tahun anggaran 2025 ke 2026.
Sistem melakukan reset dan verifikasi rekening sehingga status sementara bisa berubah. Bantuan hanya akan berhenti permanen jika KPM dianggap sudah mampu secara mandiri, telah melewati batas waktu penerimaan, atau data NIK tidak sinkron.
Untuk memastikan status akurat, KPM disarankan mengecek berkala hingga pertengahan Januari atau menghubungi pendamping sosial.
Jadwal Pencairan Bansos Tahap 1 Tahun 2026
Fokus pemerintah pada Januari 2026 adalah menyelesaikan proses administrasi, validasi, verifikasi kelayakan penerima, serta sinkronisasi data rekening.
Prediksi pencairan untuk bantuan PKH dan BPNT Tahap 1 tahun anggaran 2026 kemungkinan terjadi pada Februari hingga Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan semua KPM menerima bantuan tepat waktu dan sesuai aturan yang berlaku.***
Editor : Asep Suhendar