RADAR BOGOR - Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) melaporkan saldo bansos ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka mendadak terisi, dengan nominal yang bervariasi mulai dari Rp400.000 hingga mencapai Rp1,8 juta.
Fenomena adanya dana bansos ke KKS KPM ini langsung ramai diperbincangkan, terutama di media sosial dan grup komunitas bansos.
Namun di balik kabar pencairan bansos ke KKS KPM tersebut, muncul pula kegelisahan baru.
Banyak KPM mendapati status bantuan sosial mereka di sistem cek bansos berubah drastis dari “YA” menjadi “TIDAK”.
Lantas, apakah ini pertanda bantuan dihentikan?
Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos berdasarkan laporan lapangan dan pemantauan sistem penyaluran, pencairan dana yang masuk ke rekening KKS pada awal Januari mencakup beberapa jenis bantuan sosial, baik lanjutan tahun anggaran 2025 maupun persiapan tahap awal 2026.
Pertama, bantuan BPNT tahap 4 kembali dicairkan meskipun batas akhir penyaluran sebelumnya berada di Desember.
Banyak KPM menerima saldo Rp600.000 setelah status di sistem berubah menjadi SE (Standing Instruction).
Status ini menandakan pencairan tinggal menunggu waktu, biasanya antara satu hingga tujuh hari.
Kedua, KPM pemegang KKS baru menerima saldo Rp400.000.
Dana ini merupakan bantuan BPNT sekaligus penebalan yang sebelumnya belum sempat disalurkan karena kendala administrasi dan aktivasi rekening.
Ketiga, bantuan BLT Subsidi Kesejahteraan Sosial (BLTS Kesra) senilai Rp900.000 juga mulai masuk ke rekening, khususnya bagi KPM yang masuk tahap terakhir pencairan dan belum menerima bantuan sebelumnya.
Keempat, dana terbesar berasal dari Program Indonesia Pintar (PIP) tahap 3 tahun anggaran 2025.
Bantuan pendidikan ini disalurkan dengan nominal berbeda sesuai jenjang pendidikan, yaitu Rp450.000 untuk siswa SD, Rp750.000 untuk SMP, dan hingga Rp1,8 juta untuk siswa SMA atau sederajat.
Pemerintah menegaskan bahwa pencairan PIP hanya dapat dilakukan jika rekening siswa telah diaktivasi.
Batas akhir aktivasi ditetapkan hingga 31 Januari 2025. Jika melewati tenggat waktu tersebut, dana berisiko dikembalikan ke kas negara dan hak penerima dinyatakan gugur.
Status Bansos Berubah Jadi “Tidak”, Apa Artinya?
Perubahan status dari “YA” menjadi “TIDAK” yang terjadi di awal Januari 2026 bukanlah hal baru.
Setiap pergantian tahun anggaran, sistem bantuan sosial nasional melakukan pembaruan data besar-besaran.
Perubahan ini umumnya bersifat sementara dan disebabkan oleh proses revalidasi, sinkronisasi rekening bank, serta pencocokan data kependudukan.
Selama proses tersebut berlangsung, status bantuan bisa nonaktif sementara hingga tahap verifikasi selesai.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga