RADAR BOGOR - Berbagai jenis bantuan sosial atau bansos kini mulai cair pada awal Januari 2026, mulai dari bansos reguler hingga bantuan biaya pendidikan untuk anak sekolah.
Bansos yang disalurkan pemerintah tersebut tentu akan sangat bermanfaat bagi Keluarga Peneima Manfaat (KPM) di tahun yang baru ini.
Lantas, apa saja bansos dikabarkan telah disalurkan oleh pemerintah di awal tahun ini? Berikut daftarnya.
1. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
Target PBI JK ialah keluarga miskin dan rentan. Dengan adanya PBI JK, KPM bisa berobat jalan ataupun rawat inap menggunakan BPJS.
Jika ada notifikasi ‘PBI aktif berhasil didaftarkan kembali dari BPJS,’ maka hal tersebut berarti kepesertaan BPJS yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah sudah diperpanjang dan aktif untuk periode selanjutnya, termasuk periode Januari 2026. Dengan status aktif, penerima manfaat bisa mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang berkolaborasi dengan BPJS.
2. Program Indonesia Pintar (PIP)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperpanjang aktivitasi rekening penerima manfaat PIP hingga 31 Januari 2026 sehingga bansos tersebut bisa cair. Hal tersebut agar bansos tersebut tepat sasaran.
Baca Juga: Tiga Pemain Timnas Indonesia Masuk Daftar Asian Best XI 2025, Dirilis Media Terkemuka Asia
PIP merupakan bansos dari Kemendikdasmen untuk murid dari keluarga kurang mampu. Penyaluran PIP termin ketiga juga belum merata.
Nominal bansos tersebut per tahun ialah sebagai berikut.
Murid TK: Rp 450 ribu.
Murid SD kelas 1-5: Rp 450 ribu.
Murid SD kelas 6: Rp 225 ribu.
Murid SMP kelas 7-8: Rp 750 ribu.
Murid SMP kelas 9: Rp 375 ribu.
Murid SMA kelas 10-11: Rp 1,8 juta.
Murid SMA kelas 12: Rp 900 ribu
Tahun 2026 Pemerintah mulai memberlakukan Wajib Belajar 13 tahun dari jenjang TK hingga SMA. Target PIP Murid TK ialah 888 ribu jiwa.
Ketika saldo belum cair juga, segera cek status kepesertaan bansos PIP di https://pip.kemendikdasmen.go.id. Merevisi data yang tak sesuai bisa dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos via fitur Usul/Sanggah atau Perbarui Data DTSEN.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Karat pada Engsel Pintu Mobil, Berikut Cara Ampuh Mengatasinya di Rumah
Penerima PIP murid SD akan menerima buku rekening BRI. Orangtua mencairkan bansos tersebut dengan datang ke Kantor Cabang BRI dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan buku rekening BRI. Kedatangan pertama, orangtua mendaftarkan diri dan BRI akan memberi jadwal pencairan. Kedatangan kedua, orangtua mencairkan bansos PIP.
Penerima PIP murid SMP dan SMA akan menerima buku rekening dan ATM BNI. Pengecekan saldo melalui ATM atau aplikasi Wondr by BNI.
3. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 Tahun 2025 Susulan
Berbeda dengan PIP yang merupakan program bansos pendidikan dari Kemendikdasmen, BPNT merupakan bansos reguler dari Kementerian Sosial yang cair Rp 200 ribu per bulan. Dalam setahun BPNT cair dalam 4 tahap, yaitu senilai Rp 600 ribu per 3 bulan. Bansos tersebut menargetkan 18,3 juta KPM, prioritas Desil 1-5 pada DTSEN.
Berbeda dengan perpanjangan pencairan PIP yang dinyatakan dalam surat edaran dari Kemendikdasmen, tidak ada surat edaran dari Kemensos yang menyatakan perpanjangan pencairan BPNT Tahap 4 Tahun 2025.
Per tanggal 2 Januari 2026, ada status BPNT Tahap 4 yang statusnya ‘Standing Instruction (SI),’ berarti bansos akan segera ditransfer ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Hal tersebut berarti BPNT Tahap 4 Tahun 2025 yang belum cair, akan ada susulan pencairan.***
Editor : Asep Suhendar