Kabar Gembira Awal Januari 2026: Daftar 6 Bansos Dilanjutkan dan 3 Bantuan Dihentikan, Buruan Cek
Mutia Tresna Syabania• Senin, 5 Januari 2026 | 09:58 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
RADAR BOGOR - Memasuki tahun anggaran 2026, berbagai program bantuan sosial (bansos) sebagai upaya menjaga perekonomian keluarga miskin kembali disalurkan.
Namun beberapa bansos favorit dan bersifat tambahan resmi dihentikan.
Dikutip dari Youtube Klik Bansos, penting untuk dicatat mulai Januari 2026, validasi data akan semakin ketat, mengacu sepenuhnya pada DTSE (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).
KPM yang dianggap sudah mampu berdasarkan data terbaru berpotensi terhenti bantuannya secara otomatis dan berikut program bansos yang dilanjutkan di 2026:
Makanan siap saji bergizi tinggi, diantar 2 kali sehari. Akan diintegrasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
4. BLT Dana Desa (Kemiskinan Ekstrem)
Menyasar masyarakat miskin ekstrem di desa yang bukan penerima Bansos reguler pusat.Rp300.000/bulan (dicairkan bulanan atau triwulanan tergantung kebijakan desa).
5. PBI JKNJaminan kesehatan (iuran dibayar pemerintah) untuk masyarakat Desil 1 hingga Desil 5.
Fasilitas kesehatan gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit (bukan uang tunai).
6. Program Indonesia Pintar (PIP)
Bantuan pendidikan untuk 20 juta lebih siswa dari tingkat SD hingga SMA/sederajat.
SD (Rp450.000/thn), SMP (Rp750.000/thn), SMA (Rp1,8 Juta/thn).
Pencairan PKH/BPNT Tahap 1/2026 kemungkinan akan mundur (diprediksi mulai Februari) karena bulan Januari masih fokus menuntaskan pencairan susulan Tahap 4/2025.
Berdasarkan pengumuman, program berikut resmi dihentikan per Desember 2025 karena kondisi ekonomi dinilai sudah stabil:
Bantuan Penebalan (Tambahan) Rp400.000, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Sembako Kesra Rp900.000, dan Bantuan Pangan Beras 10 Kg/Bulan.
Bagi KPM PKH/BPNT yang berusia di bawah 40 tahun (usia produktif), graduasi mandiri (keluar dari kepesertaan bansos) terus didorong dan mengarahkan mereka pada Program Pena (Pahlawan Ekonomi Nusantara).
Program Pena bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi, sehingga KPM usia produktif bisa mandiri dan digraduasi dari program bansos konsumtif reguler.***