Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Segera Aktivasi Rekening PIP Agar Dana Tidak Hangus dan Cek Nasib Rapelan Bansos BPNT 2025 yang Belum Cair

Kholikul Ihsan • Selasa, 6 Januari 2026 | 09:36 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.

 
RADAR BOGOR - Terdapat perpanjangan waktu bagi para siswa penerima bantuan pendidikan, sedangkan nasib sisa saldo bantuab sosial (bansos) BPNT tahun 2025 berada di titik penentuan cair atau hangus.
 
Batas aktivasi rekening dikabarkan sampai akhir Januari 2026 dan menjadi kesempatan terakhir bagi keluarga penerima manfaat (KPM) untuk menyelamatkan hak mereka.
 
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, dari sektor pendidikan berdasarkan Surat Edaran Kemendikbud Nomor 1928/2025, siswa yang masuk dalam SK Nominasi tetapi belum memiliki rekening aktif kini memiliki waktu tambahan. 
 
Batas aktivasi yang semula berakhir 31 Desember 2025, kini diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Jika lewat dari tanggal tersebut, dana bantuan pendidikan akan otomatis dikembalikan ke kas negara dan status kepesertaan bisa dicabut.
 
 
Segera cek NIK siswa di laman pip.kemdikbud.go.id dan datangi bank penyalur (BRI untuk SD/SMP, BNI untuk SMA/SMK) dengan membawa surat pengantar sekolah.
 
Bagi KPM yang saldo KKS-nya masih nihil untuk periode Oktober-Desember 2025, situasi saat ini memasuki fase spekulatif, berikut kondisi di SIKS-NG per 5 Januari 2026:
 
- Status Berhasil Cek Rekening: Banyak KPM masih tertahan di status ini, secara teknis berarti rekening Anda valid, tetapi perintah bayar (SPM/SP2D) dari pusat belum diterbitkan untuk awal tahun ini.
 
- Peluang Carry Over: Belajar dari pengalaman awal 2024, dana sisa anggaran seringkali baru dicairkan secara susulan pada pertengahan Januari. Namun, hal ini sepenuhnya bergantung pada kebijakan tutup buku Kementerian Sosial.
 
Jangan terburu-buru menganggap bantuan hangus, jangan pula menjadikan dana ini sebagai tumpuan utama karena belum ada instruksi resmi perpanjangan anggaran 2025 ke 2026.
 
 
Terdapat beberapa alasan teknis mengapa pencairan susulan tidak selalu berjalan mulus bagi setiap orang:
 
- Gagal Sinkronisasi Data: Perbedaan data antara Dukcapil dan DTKS yang belum diperbaiki hingga akhir Desember lalu.
 
- Perubahan Status Kelayakan: Hasil verifikasi lapangan yang menunjukkan KPM sudah mengalami peningkatan ekonomi.
 
- Keterlambatan Aktivasi KKS: Bagi pemegang kartu baru, keterlambatan pihak bank dalam melakukan aktivasi massal sering menjadi penghambat utama saldo masuk.
 
 
Masyarakat dihimbau untuk tetap proaktif dengan melakukan dua langkah mudah ini:
 
- Gunakan aplikasi Cek Bansos atau situs resmi pemerintah untuk melihat periode salur terbaru.
 
- Tanyakan kepada Pendamping Sosial di desa/kelurahan masing-masing untuk melihat detail status di aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) yang lebih akurat.***
 
Editor : Eka Rahmawati
#bpnt #pip #bansos