Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Verifikasi Besar-besaran Dimulai! Pastikan Nama Anda Aman dari Penghapusan Bansos Januari 2026 untuk Dapatkan Bantuan Beras

Kholikul Ihsan • Selasa, 6 Januari 2026 | 13:01 WIB
Ilustrasi pendamping sosial melakukan verifikasi data KPM bansos di lapangan
Ilustrasi pendamping sosial melakukan verifikasi data KPM bansos di lapangan

RADAR BOGOR – Pemerintah secara resmi memulai proses penyisiran data atau ground check terhadap jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos mulai 6 hingga 9 Januari 2026.

Langkah tegas ini dilakukan untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan jatah bansos beras 40 kg di awal tahun dan siapa yang akan langsung dicoret dari daftar penerima karena dianggap sudah mampu.

Minggu ini menjadi momen penentu bagi keberlanjutan bantuan KPM. Pendamping sosial tengah turun ke lapangan untuk memastikan bantuan 100 persen tepat sasaran.

Melansir dari kanal YouTube Kabar Bansos, berikut kriteria utama yang menjadi target pembersihan data:

• Pekerja dengan Gaji di Atas UMP: Jika dalam satu Kartu Keluarga (KK) terdapat anggota keluarga dengan penghasilan melampaui Upah Minimum Provinsi (UMP), status bansos akan otomatis dihentikan.

• KPM Misterius (Pindah Domisili): Banyak ditemukan KPM yang sudah pindah alamat, tetapi tidak melapor. Jika saat survei alamat di KTP tidak ditemukan, bantuan dipastikan langsung diputus.

• Graduasi Mandiri: KPM yang secara fisik terlihat sudah mapan secara ekonomi akan digantikan oleh masyarakat lain yang lebih membutuhkan dalam daftar tunggu.

Bagi KPM yang lolos verifikasi, pemerintah telah menyiapkan kado awal tahun berupa bantuan pangan beras.

Tidak tanggung-tanggung, alokasi yang disiapkan mencakup empat bulan sekaligus (Januari hingga April 2026) dengan total 40 kg beras.

Bantuan ini ditargetkan untuk 18 juta KPM BPNT di seluruh Indonesia guna meredam dampak inflasi pangan di awal tahun. Pastikan Anda tetap terdaftar dalam DTKS untuk mengamankan jatah pangan ini.

Hingga Selasa, 6 Januari 2026, hasil pengecekan saldo KKS di berbagai agen e-Warung menunjukkan saldo BPNT tahap 4 susulan masih kosong (Rp0).

Namun, masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah mengisyaratkan bahwa proses transfer dana susulan tetap akan diproses bagi KPM yang masuk dalam data bayar termin terakhir sebelum pencairan Tahap 1 tahun 2026 dimulai.

Selain bantuan pangan, jangan lupakan dana pendidikan anak. Jika status anak masuk dalam nominasi PIP 2025, segera lakukan aktivasi di bank penyalur sebelum 31 Januari 2026 dengan rincian sebagai berikut:

Langkah ini wajib dilakukan agar dana tidak ditarik kembali ke kas negara.***

Editor : Eli Kustiyawati
#Ground Check #kpm #bansos