RADAR BOGOR - Memasuki awal 2026, program bantuan sosial (bansos) utama dilanjutkan selain itu ada bantuan yang bersifat sementara yang selesai dilaksanakan.
Tahun ini menjadi fase penting karena pemutakhiran data dilakukan lebih ketat, sehingga penerima bantuan pada 2025 tidak otomatis kembali menerima di 2026.
Status kepesertaan sepenuhnya bergantung pada hasil pendataan terbaru dan tingkat kelayakan masing-masing keluarga.
Dilansir dari kanal Diary Bansos, empat bansos dipastikan tetap berjalan karena merupakan program inti perlindungan sosial.
PBI JKN tetap diberikan dalam bentuk jaminan layanan kesehatan gratis, bukan uang tunai, dengan cakupan puluhan juta penerima.
Program Indonesia Pintar juga berlanjut sebagai bantuan pendidikan, namun penerimanya dapat berubah setiap tahun sesuai SK baru.
PKH dan BPNT tetap dilanjutkan dengan jumlah penerima yang besar, tetapi daftar penerimanya bersifat dinamis karena dilakukan rotasi berdasarkan kondisi ekonomi terbaru agar bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, tiga bantuan dinyatakan tuntas pada 2025 dan belum tentu berlanjut rutin pada 2026. BLT El Nino atau BLT Kesra telah selesai disalurkan, begitu pula penebalan BPNT dan bantuan pangan beras 10 kilogram.
Bantuan-bantuan ini bersifat insidental sehingga kelanjutannya masih menunggu kebijakan pemerintah ke depan. Pembaruan data penerima melalui pemadanan lintas instansi, termasuk data kelistrikan dan tingkat konsumsi rumah tangga juga penting dilakukan.
Penerima yang sudah lebih dari lima tahun mendapatkan PKH atau BPNT perlu bersiap jika terjadi pergantian penerima. Selain itu, masih ditemukan kendala teknis seperti status KKS belum aktif atau gagal distribusi, yang saat ini sedang direkap oleh pendamping sosial untuk ditindaklanjuti.
Editor : Eka Rahmawati