RADAR BOGOR - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf memberikan pandangannya terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar melakukan graduasi mandiri setelah menerima bansos.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat selain bantuan sosial.
“Saya terus terang punya pertanyaan besar jika ada orang yang menerima bansos selama 10 tahun, bahkan 15 tahun. Kelasnya itu sudah menikmati,” ujar Saifullah Yusuf dilansir dari Youtube Pendamping Sosial.
Program perlindungan dan jaminan sosial itu berkarakteristik sementara dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Misalnya, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan lain-lain.
Keistimewaan graduasi ialah sebagai berikut.
· Efektivitas program.
Bukti bahwa program pengentasan kemiskinan tepat sasaran.
· Menuju kemandirian.
Bukti KPM berhasil menjadi mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
· Dampak jangka panjang.
Meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan.
· Motivasi sosial.
Menjadi contoh inspiratif bagi masyarakat lain bahwa terdapat peluang keluar dari kemiskinan.
Saifullah Yusuf menegaskan, tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam pembangunan Indonesia.
Ia menegaskan, agama pun memerintahkan agar berjuang keluar dari kemiskinan.
Beberapa sumber daya pemberdayaan masyarakat miskin ialah sebagai berikut.
· Pemerintah:
Kemensos: PKH Graduasi Mandiri.
Kemendes PDTT: Dana Desa dan BUMDes.
Dinas Sosial dan UMKM: Pelatihan dan modal usaha.
· Lembaga zakat:
BAZNAS: Zakat Produktif.
Dompet Dhuafa.
Rumah Zakat Lazisnu.
· LSM atau NGO:
Pemberdayaan UMKM.
Program Keluarga Mandiri:
· CSR Perusahaan:
Bank BRI: Program BRI Peduli.
BUMN: CSR Kewirausahaan.
Perusahaan swasta: Bina Usaha Kecil.
· Kampus dan pendidikan:
Inkubator UMKM.
Kuliah Kerja Nyata (KKN).
· Lembaga internasional:
UNDP: program desa.
UNICEF: pemberdayaan keluarga.
NGO Asing.
Program berupa pelatihan keterampilan, modal usaha, pendampingan dan kemandirian ekonomi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim