Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos BPNT Tahap 4 Tahun Lalu Belum Cair hingga Januari 2026, Ini Status Terbaru di SIKS-NG dan Peluang Dana Masuk Rekening KPM

Ira Yulia Erfina • Rabu, 7 Januari 2026 | 19:13 WIB
Ilustrasi. KPM tengah mencairkan bansos BPNT.
Ilustrasi. KPM tengah mencairkan bansos BPNT.

RADAR BOGOR - Memasuki awal Januari 2026, ada informasi terbaru terkait pencairan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 tahun 2025 untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Bansos BPNT yang seharusnya mencakup periode Oktober hingga Desember 2025 ini belum sepenuhnya diterima KPM.

Bahkan, melansir YouTube Diary Bansos, KPM yang yang selama ini rutin mendapatkan BPNT maupun yang terintegrasi dengan Program Keluarga Harapan belum menerima.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kejelasan status bantuan, terlebih karena tahun anggaran telah berganti dan pemerintah mulai mempersiapkan penyaluran bantuan tahap awal tahun 2026.

1. Keterlambatan BPNT Tahap 4 Masih Terjadi di Banyak Daerah

Dikutip dari kanal Diary Bansos, hingga awal Januari 2026, masih ditemukan banyak penerima yang belum menerima saldo BPNT Tahap 4 tahun 2025. 

Situasi ini tidak hanya dialami oleh penerima BPNT murni, tetapi juga oleh KPM yang tercatat sebagai penerima BPNT plus PKH. 

Meski secara administratif tahun 2025 telah berakhir, bantuan tahap terakhir tersebut belum sepenuhnya tersalurkan, sehingga menimbulkan kekhawatiran dana tidak lagi cair. 

Namun, secara sistem, bantuan ini belum dinyatakan gagal, sehingga peluang pencairan masih terbuka.

2. Kondisi Terkini Status BPNT di Sistem SIKS-NG

Berdasarkan hasil pemantauan pada Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), sebagian besar Keluarga Penerima Manfaat BPNT Tahap 4 saat ini masih tercatat dengan keterangan “Berhasil Cek Rekening” dalam sistem.

Dalam kondisi ini, nomor rekening serta Kartu Keluarga Sejahtera sudah terdata, namun kolom nominal bantuan belum terisi. Artinya, proses administrasi belum sampai pada tahap pencairan dana. 

Untuk dapat dicairkan, status bantuan harus melewati tahapan lanjutan seperti penerbitan Surat Perintah Membayar hingga akhirnya masuk ke tahap Standing Instruction, yang menjadi penanda bahwa dana siap disalurkan ke rekening KPM.

3. Peluang Pencairan BPNT di Tahun 2026 Masih Terbuka

Meski terjadi keterlambatan, peluang pencairan BPNT Tahap 4 di tahun 2026 masih dinilai cukup besar. 

Selama status di SIKS-NG belum berubah menjadi gagal atau dibatalkan, bantuan masih berada dalam jalur proses. 

Status “Berhasil Cek Rekening” menunjukkan bahwa data penerima masih valid dan hanya menunggu instruksi lanjutan dari Kementerian Sosial. Oleh karena itu, pencairan sepenuhnya bergantung pada kesiapan anggaran dan kebijakan teknis dari pemerintah pusat.

4. Contoh Pencairan di Beberapa Wilayah

Di lapangan, terdapat laporan bahwa sebagian kecil penerima di beberapa daerah telah berhasil mencairkan BPNT Tahap 4. 

Salah satu contoh terjadi di wilayah Aceh, di mana sejumlah KPM dilaporkan menerima saldo bantuan sebesar Rp600.000 melalui bank penyalur setempat. 

Namun, pencairan ini belum merata dan hanya menjangkau sebagian penerima. Sementara itu, di daerah lain seperti Banyuwangi, jumlah penerima yang sudah mencapai status Standing Instruction masih tergolong sedikit dibandingkan total KPM yang terdata dalam satu kecamatan.

5. Faktor Penyebab Lambatnya Penyaluran BPNT Tahap 4

Keterlambatan pencairan BPNT Tahap 4 diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor. Dari sisi anggaran, kemungkinan adanya penyesuaian prioritas belanja negara di akhir tahun, termasuk untuk kebutuhan darurat seperti penanganan bencana, dapat memengaruhi kecepatan penyaluran bantuan sosial (bansos). 

Selain itu, kendala administrasi perbankan juga menjadi salah satu penyebab, terutama terkait distribusi dan aktivasi Kartu Keluarga Sejahtera. 

Dalam beberapa kasus, kartu telah diterima secara fisik oleh KPM, namun belum diaktivasi oleh pihak bank, sehingga memengaruhi status pencairan di sistem.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #kpm #bansos