Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kabar Gembira Awal 2026, Bansos BPNT Tahap 4 Tahun 2025 Susulan Terpantau Cair di KKS Berbagai Bank Himbara, KPM Simak Daftar Wilayah yang Sudah Cair

Ira Yulia Erfina • Kamis, 8 Januari 2026 | 06:23 WIB
Ilustrasi Penyaluran Bansos
Ilustrasi Penyaluran Bansos

RADAR BOGOR – Pencairan bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 untuk periode Oktober hingga Desember 2025 menghadirkan informasi terbaru pada awal Januari 2026.

Harapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya belum menerima bansos kini mulai menemukan titik terang, setelah muncul banyak konfirmasi positif dari berbagai daerah dan lintas perbankan.

Informasi ini memperkuat indikasi bahwa BPNT susulan memang sedang diproses secara bertahap dan mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik penerima.

1. Update Terbaru BPNT Tahap 4 Susulan Mulai Cair Januari 2026

Dilansir dari kanal Info Bansos, BPNT Tahap 4 Tahun 2025 dengan nilai bantuan sebesar Rp600.000 per KPM diketahui mengalami perpanjangan waktu pencairan hingga Januari 2026.

Skema ini ditujukan khusus bagi penerima yang pada akhir Desember lalu belum mendapatkan hak bantuannya.

Pada 6 dan 7 Januari 2026, muncul sejumlah bukti transaksi dari lapangan yang menunjukkan dana BPNT susulan telah masuk ke rekening KKS, baik melalui penarikan ATM maupun mutasi digital.

Laporan dari wilayah Cirebon, Jawa Barat, memperlihatkan transaksi penarikan Rp600.000 pada dini hari 7 Januari 2026.

Ciri saldo awal nol yang kemudian langsung terisi dana bantuan menjadi karakteristik khas rekening bansos.

Pada hari yang sama, penerima di Jawa Timur, tepatnya Kabupaten Tulungagung, Kecamatan Kalidawir, juga melaporkan penarikan dengan nominal serupa melalui ATM BNI pada siang hari.

2. Pencairan BPNT Terpantau di Berbagai Bank Himbara dan BSI

Pencairan BPNT susulan tidak hanya terfokus pada satu bank penyalur. Informasi yang beredar menunjukkan bahwa bantuan telah masuk melalui beberapa lembaga perbankan, seperti BRI, BNI, Mandiri, hingga Bank Syariah Indonesia (BSI).

Pengguna KKS BRI dan BSI tercatat menerima dana pada 6 Januari 2026 sekitar pukul 10.34 WIB, dengan nominal penuh sesuai hak penerima.

Kondisi ini memperkuat kesimpulan sementara bahwa proses penyaluran tidak bersifat serentak secara nasional, melainkan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan data dan wilayah.

Wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi daerah yang paling awal terpantau menerima BPNT susulan. Namun, besar kemungkinan daerah lain akan menyusul dalam waktu dekat.

3. Imbauan Penting bagi KPM agar Tidak Melewatkan Pencairan

Bagi KPM yang merasa terdaftar sebagai penerima BPNT Tahap 4 namun belum menerima dana, disarankan untuk secara rutin melakukan pengecekan saldo KKS melalui ATM atau aplikasi mobile banking resmi bank penyalur.

Selain itu, masyarakat juga dapat memantau status bantuan melalui laman resmi cekbansos.go.id atau berkonsultasi langsung dengan pendamping sosial di desa atau kelurahan masing-masing.

Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap informasi menyesatkan yang beredar di luar kanal resmi, termasuk pesan yang meminta data pribadi, PIN, atau OTP.

Pemerintah tidak pernah meminta data sensitif dalam proses pencairan bansos, sehingga kehati-hatian menjadi hal yang sangat penting.

4. Kabar Baik Lainnya: PIP dan Program Makan Bergizi Gratis

Selain BPNT, terdapat kabar positif lain di awal Januari 2026 yang patut diperhatikan masyarakat.

Program Indonesia Pintar (PIP) memberikan perpanjangan waktu aktivasi rekening bagi penerima SK Nominasi yang sebelumnya berakhir pada Desember 2025.

Kini, batas aktivasi diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Penerima diimbau segera melakukan pengecekan dan aktivasi rekening di bank penyalur agar dana pendidikan tidak hangus.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menjalankan Program Makan Bergizi Gratis yang dijadwalkan berjalan serentak mulai 8 Januari 2026.

Program ini disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan menyasar lebih dari 55 juta anak sekolah.

Menu yang diberikan mencakup makanan pokok dan pendamping bergizi sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi generasi muda.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kpm #bansos #kks