Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Harapan KPM Terjawab, Bansos BPNT Tahap 4 Susulan Januari 2026 Dilaporkan Masuk KKS Himbara dan BSI Secara Bertahap

Ira Yulia Erfina • Kamis, 8 Januari 2026 | 11:04 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos
Ilustrasi penyaluran bansos

RADAR BOGOR – Berdasarkan perkembangan lapangan, bansos BPNT Tahap 4 yang bernilai Rp600.000 per KPM dilaporkan mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara bertahap.

Pencairan ini ditujukan bagi penerima yang pada periode sebelumnya mengalami kendala administratif atau teknis sehingga bantuan belum tersalurkan.

Dilansir dari kanal Info Bansos, sejumlah bukti transaksi menunjukkan bahwa dana masuk tidak mengenal waktu tertentu.

Bahkan, ada yang tercatat cair pada dini hari hingga siang hari, menandakan sistem penyaluran berjalan otomatis sesuai proses bank penyalur.

Laporan pencairan datang dari berbagai wilayah dan lembaga perbankan.

Di Jawa Barat, khususnya wilayah Cirebon, terdapat KPM yang berhasil menarik dana BPNT sebesar Rp600.000 melalui ATM pada awal Januari 2026.

Pola serupa juga terlihat pada rekening KKS yang disalurkan melalui Bank BRI, ditandai dengan saldo awal nol yang kemudian langsung terisi dana bantuan.

Selain itu, KPM pengguna KKS Bank Syariah Indonesia juga melaporkan dana susulan masuk dengan nominal yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran tidak hanya terfokus pada bank konvensional.

Wilayah Jawa Timur turut melaporkan perkembangan serupa. Di Kabupaten Tulungagung, pencairan BPNT susulan melalui Bank BNI berhasil dilakukan oleh KPM di tingkat kecamatan.

Fakta ini menguatkan indikasi bahwa penyaluran susulan BPNT Tahap 4 telah menjangkau berbagai bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, serta BSI, dan tidak terbatas pada satu wilayah tertentu saja.

Meski belum diumumkan secara nasional, sebaran bukti ini memperlihatkan proses distribusi yang semakin meluas.

Baca Juga: Satu per Satu Cair! BPNT Rp600 Ribu Susulan Januari 2026 Terpantau Masuk, Bansos PKH-BPNT Tahap 1 Siap Menyusul

Di tengah perkembangan tersebut, KPM diimbau untuk tetap aktif melakukan pengecekan saldo KKS secara mandiri.

Pengecekan dapat dilakukan melalui mesin ATM, layanan mobile banking, maupun dengan bantuan pendamping sosial di desa atau kelurahan.

Selain itu, pemantauan status penerima juga dapat dilakukan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id agar informasi yang diperoleh tetap akurat.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan bansos dan meminta data pribadi karena rawan disalahgunakan, termasuk untuk kepentingan game online terlarang yang kerap menjadi modus penipuan.

Selain kabar BPNT, terdapat informasi positif lain yang relevan bagi masyarakat pada Januari 2026.

Program Indonesia Pintar (PIP) mengalami perpanjangan masa aktivasi rekening bagi penerima SK nominasi.

Batas waktu yang semula berakhir pada Desember 2025 kini diperpanjang hingga 31 Januari 2026.

Peserta didik penerima bantuan pendidikan ini diharapkan segera mengecek statusnya dan melakukan aktivasi rekening di bank penyalur agar dana bantuan tidak hangus.

Sebagai catatan penting, seluruh informasi mengenai pencairan BPNT susulan ini bersumber dari laporan lapangan dan konfirmasi antar penerima, sementara pengumuman resmi pencairan massal masih dinantikan.

Meski demikian, validitas bukti transaksi di berbagai daerah menjadi indikasi kuat bahwa proses penyaluran masih berlangsung.

KPM diharapkan tetap tenang, rutin memantau saldo, dan mengikuti informasi resmi agar tidak tertinggal perkembangan bantuan sosial yang menjadi haknya.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kpm #bansos #pencairan