RADAR BOGOR - Perubahan status kepesertaan di aplikasi Cek Bansos memicu kekhawatiran di kalangan KPM.
Tidak sedikit yang mendapati status berubah dari “Ya” menjadi “Tidak” dan langsung beranggapan bahwa bantuannya dihentikan.
Padahal, perubahan tersebut umumnya terjadi akibat sinkronisasi data anggaran pusat yang rutin dilakukan pada awal tahun.
Dilansir dari kanal Cek Bansos Hari Ini, selama data KPM di sistem pendamping sosial masih menunjukkan keterangan rekening valid atau pengecekan rekening berhasil, maka perubahan status di aplikasi bersifat sementara sebagai bagian dari pembaruan sistem.
Artinya, peluang pencairan masih terbuka dan bantuan tidak otomatis gugur hanya karena tampilan status berubah.
Kendala teknis yang dikenal dengan istilah gagal Omspan juga menjadi faktor penting mengapa sebagian saldo bantuan belum masuk.
Masalah ini biasanya muncul akibat perbedaan data, meskipun sangat kecil, antara identitas kependudukan dan data rekening bank.
Ketidaksamaan satu huruf nama, gelar, atau elemen data lainnya dapat menyebabkan sistem perbankan menolak proses transfer otomatis.
Dalam kondisi ini, bukan berarti dana bantuan tidak tersedia, melainkan proses penyaluran tertahan karena pintu administrasi belum sepenuhnya terbuka.
Solusi atas persoalan ini adalah perbaikan data melalui operator desa atau pendamping sosial agar data kependudukan dan perbankan kembali sinkron.
Dari sisi penyaluran melalui bank Himbara seperti BRI, BNI, dan Mandiri, pencairan susulan memang dilakukan secara bertahap.
Bank masih menyelesaikan laporan akhir tahun yang sempat tertunda akibat proses tutup buku, sehingga transfer saldo tidak dapat dilakukan sekaligus.
Pola penyaluran termin ini membuat sebagian KPM sudah menerima bantuan lebih dulu, sementara yang lain harus menunggu giliran berikutnya meskipun sama-sama berstatus penerima aktif.
Bagi KPM, langkah paling bijak adalah melakukan pengecekan saldo secara berkala melalui layanan mobile banking agar tidak perlu bolak-balik ke ATM yang justru bisa menambah beban psikologis jika saldo belum masuk.
Apabila hingga akhir pekan saldo masih belum juga bertambah, disarankan segera berkoordinasi dengan pendamping Bansos atau operator desa.
Langkah ini penting untuk memastikan apakah terdapat anomali data, kendala teknis, atau hal lain yang perlu segera ditindaklanjuti agar Bansos PKH dan BPNT susulan Tahap 4 dapat segera diterima sesuai hak masing-masing penerima. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim