RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum menerima bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahun 2025 tahap 4 atau termin susulan.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau agar mengecek status kepesertaan bansos secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh gratis di Playstore atau App Store atau situs Kemensos resmi, yaitu cekbansos.kemensos.go.id.
KPM juga bisa menghubungi pendamping sosial atau petugas Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) setempat.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, berdasarkan aplikasi SIKS-NG, status KPM yang ‘Cek Rekening,’ berarti tetap akan memperoleh bansos sedangkan mayoritas KPM lansia statusnya ialah ‘Standing Instruction.’
Cek saldo bansos sebaiknya dilakukan dengan aplikasi mobile Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI) agar lebih efisien, misalnya, aplikasi Livin’ by Mandiri, Wondr by BNI, BRImo, dan BYOND by BSI.
Penyaluran bansos tahun 2026 diprediksi dilakukan dalam berbagai tahap yang masing-masing merupakan triwulan atau 3 bulan yaitu Tahap 1 Januari-Maret 2026, Tahap 2 April-Juni 2026, Tahap 3 Juli-September 2026, dan Tahap 4 Oktober-Desember 2026.
BPNT Tahap 4 Susulan
Untuk bansos BPNT tahap 4 2025 susulan yang mana setiap bulan cair sebesar Rp200 ribu sehinga setiap 3 bulan menjadi senilai Rp600 ribu.
Bansos reguler ditargetkan disalurkan terhadap 18,3 juta KPM dengan syarat desil 1 sampai 5 pada DTSEN tetapi prioritas desil 1-4.
Kemudian ada bansos PKH yang merupakan bantuan reguler dengan target 10 juta KPM dengan prioritas warga di Desil 1-4 dalam Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN). Nominal PKH Tahap 4 variatif berdasarkan kompenen PKH dan cair 4 kali dalam setahun.
Nominal untuk masing-masing komponen bansos PKH ialah kesehatan (ibu hamil dan anak usia dini 0-6 tahun Rp750 ribu), kesejahteraan (lansia dan penyandang disabilitas Rp600 ribu), pendidikan (siswa SD Rp225 ribu, SMP Rp375 ribu, dan SMA Rp500 ribu).
Editor : Eka Rahmawati