RADAR BOGOR - Kabar terbaru bantuan sosial (bansos) PKH BPNT yang paling mencolok adalah adanya laporan saldo yang masuk dengan nominal mencapai Rp1,8 juta pada awal Januari.
Saldo bansos PKH BPNT tersebut terpantau masuk melalui Kartu Keluarga Sejahtera dan setelah dilakukan penarikan, sisa saldo kembali nol, yang selama ini dikenal sebagai ciri pencairan bantuan sosial melalui KKS.
Nominal yang cukup besar ini diindikasikan merupakan pencairan ganda atau double, yakni gabungan bansos PKH dan BPNT tahap 4 tahun sebelumnya yang baru terealisasi di awal tahun 2026.
Dilansir dari kanal Youtube Ariawanagus, meskipun kalender telah berganti tahun, proses pencairan bantuan sosial tahap sebelumnya ternyata masih terus berlangsung.
Sejak awal pekan hingga pertengahan Januari, masih ditemukan bukti pencairan meskipun jumlahnya tidak banyak dan terjadi secara terbatas setiap harinya.
Salah satu nominal yang sempat terpantau adalah sekitar Rp875.000, yang merupakan kombinasi bantuan PKH sesuai dengan komponen penerima.
Fakta ini menjadi sinyal positif bagi KPM yang hingga kini belum menerima PKH, BPNT, maupun bantuan tambahan lain dari tahun sebelumnya, karena peluang pencairan susulan masih terbuka selama proses penyaluran belum dinyatakan tuntas sepenuhnya.
Informasi selanjutnya adalah terkait bansos tahap 1 tahun 2026, prosesnya diperkirakan belum akan dimulai dalam waktu dekat sebelum seluruh pencairan susulan dari tahun sebelumnya benar-benar diselesaikan.
Berdasarkan pola penyaluran sebelumnya, estimasi paling cepat pencairan tahap 1 kemungkinan baru mulai diproses pada bulan Februari 2026, dengan realisasi yang masih terbatas.
Penyaluran yang lebih masif dan merata diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Maret 2026, seiring selesainya pemutakhiran data dan penyesuaian administrasi di tingkat pusat hingga daerah.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga