RADAR BOGOR – Awal tahun 2026 diawali dengan kabar menggembirakan bagi ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa bansos (bantuan sosial).
Sejumlah penerima bansos dilaporkan telah menerima pencairan PKH susulan dan BPNT tahap 4 periode Oktober–Desember 2025 yang selama ini dinantikan.
Berdasarkan pantauan dari berbagai unggahan media sosial sejak 7 Januari 2026, banyak KPM membagikan bukti struk penarikan bansos dari ATM BRI dan BNI.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, nominal yang diterima sesuai dengan ketentuan pemerintah, mulai dari Rp875.000 untuk PKH hingga Rp600.000 untuk BPNT.
Salah satu unggahan yang ramai jadi sorotan memperlihatkan struk transaksi Bank BRI tertanggal 7 Januari 2026 pukul 00.30 WIB dengan nominal penarikan sebesar Rp875.000 dan status transaksi sukses.
Nominal tersebut berasal dari:
• Komponen pendidikan SMP sebesar Rp375.000
• Komponen pendidikan SMA sebesar Rp500.000
Total: Rp875.000 per tahap.
KPM yang bersangkutan mengaku menggunakan KKS lama dan berhasil mencairkan PKH yang sebelumnya belum diterima pada akhir 2025.
Tak hanya satu unggahan, beberapa postingan lain dengan nominal identik juga bermunculan. Bahkan, ada KPM yang mencairkan bantuan melalui agen BRILink di wilayahnya.
Selain PKH, bantuan BPNT tahap 4 juga mulai bergerak. Salah satu unggahan menunjukkan struk transaksi dari Bank BNI Cabang Cirebon 3 tertanggal 7 Januari 2026 pukul 00.14 WIB.
Pada struk tersebut tercatat:
• Penarikan tabungan: Rp600.000
• Sisa saldo: Rp25.000
Nominal Rp600.000 tersebut sesuai dengan bantuan BPNT untuk periode Oktober–Desember 2025, yakni Rp200.000 per bulan selama tiga bulan.
Hal ini menjadi bukti kuat bahwa penyaluran BPNT tahap 4 susulan masih berlanjut hingga awal Januari 2026.
Tak hanya dari media sosial, informasi juga datang dari salah satu operator SIKS-NG di tingkat desa. Operator tersebut menyebutkan bahwa status BPNT tahap 4 telah berubah menjadi SI (Saldo In) di sistem.
Artinya, dana sudah masuk ke rekening KKS dan siap ditarik oleh KPM melalui bank penyalur, seperti:
• BRI
• BNI
• Mandiri
• BSI
Namun, perlu diingat bahwa proses pencairan dilakukan secara bertahap dan belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Meski kabar ini menggembirakan, KPM tetap diminta untuk tidak terlalu berharap pencairan langsung terjadi dalam waktu dekat. Pasalnya, proses masih bergantung pada:
• Verifikasi data DTKS
• Validasi NIK
• Status SPM dan SP2D
• Kesiapan bank penyalur
Bagi KPM yang belum menerima pencairan, disarankan untuk:
• Mengecek saldo KKS secara berkala
• Menghubungi pendamping sosial
• Mengecek situs resmi cekbansos.go.id
Awal tahun 2026 memang penuh harapan. Namun yang terpenting, KPM diminta tetap waspada terhadap informasi palsu dan tautan mencurigakan yang mengatasnamakan bansos.***
Editor : Eli Kustiyawati