RADAR BOGOR - Hari ini membawa laporan positif mengenai pergerakan saldo bansos PKH BPNT susulan untuk alokasi tahun 2025.
Namun, seiring ketatnya verifikasi data, KPM bansos PKH BPNT diimbau untuk mewaspadai indikator yang dapat menyebabkan bantuan terhenti di tahun 2026.
Melansir YouTube Info Bansos, proses pencairan dana bansos PKH BPNT susulan (bagi KPM yang belum menerima di akhir 2025) terus berlanjut dan terpantau aktif melalui bank Himbara.
PKH Validasi by System: Terdapat laporan pencairan PKH susulan dengan nominal Rp875.000 (sesuai komponen SMP dan SMA) melalui Bank BRI pada 7 Januari 2026.
Kasus ini melibatkan KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT murni, namun tervalidasi memiliki komponen PKH.
BPNT Tahap 4: Pencairan BPNT Tahap 4 (Rp600.000) juga terpantau di Bank BNI (misalnya di wilayah Cirebon) pada 7 Januari 2026.
Status SIKS-NG "SI": Laporan dari operator desa menyebutkan bahwa status BPNT Tahap 4 untuk periode Oktober-Desember sudah menunjukkan keterangan transaksi "SI" (Standing Instruction) di SIKS-NG.
Status ini menandakan bahwa dana sudah dalam proses ongoing (transfer) ke Kartu KKS.
1. Indikator Penyebab Bansos Tidak Cair di Tahun 2026
Kementerian Sosial menerapkan verifikasi data yang semakin ketat dan terintegrasi dengan berbagai data nasional (DTKS, NIK, BI Checking, OJK) untuk memastikan Bansos tepat sasaran.
KPM yang terindikasi memiliki salah satu atau lebih indikator di atas berpotensi besar untuk didiskualifikasi secara otomatis dari penerima bansos reguler.
2. Imbauan KPM
Cek Status Resmi: KPM yang masih menunggu pencairan susulan atau ingin memastikan kelanjutan bansos di 2026 dapat mengecek status penerima melalui:
Pendamping Sosial di wilayah masing-masing (untuk melihat status SIKS-NG).
Situs resmi cekbansos.go.id dengan memasukkan data wilayah dan KTP.
Waspada Penipuan: Hindari tautan mencurigakan atau pihak yang meminta data pribadi (terutama NIK, KKS, atau password) dengan dalih pencairan bansos.
Pencairan Bertahap: Proses pencairan bansos susulan masih bertahap dan tidak merata di seluruh Indonesia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga