Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kabar Gembira KPM BPNT Susulan Tahap 4, Update Status SI SIKS-NG Buka Peluang Saldo Bansos Rp600 Ribu Cair Bertahap

Ira Yulia Erfina • Jumat, 9 Januari 2026 | 19:45 WIB

Ilustrasi penyaluran bansos BPNT tahap 4 susulan sebesar Rp600 ribu
Ilustrasi penyaluran bansos BPNT tahap 4 susulan sebesar Rp600 ribu

RADAR BOGOR - Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT susulan Tahap 4 kembali membawa kabar menggembirakan bagi Keluarga Penerima Manfaat di awal Januari 2026. 

Bantuan yang merupakan alokasi untuk periode Oktober hingga Desember 2025 ini mulai menunjukkan progres nyata, ditandai dengan perubahan status penyaluran di sistem resmi pemerintah serta laporan saldo masuk dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Dilansir dari kanal Info Bansos, BPNT susulan Tahap 4 diberikan dengan total nominal sebesar Rp600.000 untuk setiap KPM. 

Nilai bantuan tersebut merupakan akumulasi dari tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2025, sehingga pencairannya dilakukan sekaligus dalam satu kali penyaluran. 

Skema ini bertujuan untuk memastikan hak penerima tetap tersalurkan meskipun terdapat keterlambatan administratif di periode sebelumnya. 

Oleh karena itu, KPM yang masuk dalam daftar susulan tidak perlu khawatir kehilangan hak bantuannya selama masih tercatat aktif dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Perkembangan penting lainnya terlihat dari pembaruan sistem SIKS-NG yang kini semakin memudahkan pemantauan status bantuan. 

Sistem ini memungkinkan pendamping sosial dan operator desa untuk memantau penyaluran secara real time, sehingga informasi terkait pencairan bisa lebih cepat diteruskan kepada KPM. 

Berdasarkan pembaruan terbaru per 9 Januari 2026, banyak data penerima yang statusnya sudah berubah, menandakan proses penyaluran telah memasuki tahap lanjut.

Dalam sistem SIKS-NG, terdapat beberapa status penting yang perlu dipahami oleh KPM. Status “Sudah SI” atau Standing Instruction menandakan bahwa perintah pencairan sudah dikirim ke pihak bank penyalur. 

Artinya, saldo bantuan berpotensi besar sudah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera dan bisa dicek melalui ATM maupun agen bank. 

Sementara itu, status “Gagal Verif Rekening” menunjukkan adanya kendala pada data rekening, sehingga KPM disarankan segera melakukan pembaruan data melalui pendamping sosial atau bank terkait. 

Status “Data Hold” biasanya muncul akibat indikasi data ganda atau ketidaksesuaian identitas, sehingga memerlukan klarifikasi lebih lanjut. 

Adapun status “Belum SI” menandakan proses masih berjalan dan belum masuk tahap instruksi pencairan, sedangkan “Sudah Salur” atau “Sudah Transaksi” berarti bantuan telah berhasil diterima dan ditarik oleh KPM.

Laporan pencairan BPNT susulan Tahap 4 juga telah datang dari berbagai daerah dengan nominal yang sesuai, yakni Rp600.000 per KPM. 

Penarikan saldo tercatat dilakukan melalui berbagai bank penyalur seperti BNI, BRI, dan Mandiri, baik melalui ATM maupun agen resmi. 

Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran dilakukan secara merata dan tidak terpusat di satu wilayah saja, melainkan menyebar di sejumlah provinsi mulai dari Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.

Bagi KPM yang statusnya sudah berubah menjadi SI, sangat disarankan untuk rutin mengecek saldo KKS secara mandiri. 

Pengecekan dapat dilakukan melalui ATM bank penyalur, agen resmi, maupun dengan bantuan pendamping sosial setempat. 

Jika saldo belum masuk meskipun status sudah SI, KPM diimbau untuk bersabar karena proses penyaluran dilakukan bertahap sesuai mekanisme perbankan.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #kpm #bansos