RADAR BOGOR - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bingung mengapa bantuan mereka tak kunjung cair padahal warga lain sudah menarik saldo bansos.
Per hari ini, Jumat, 9 Januari 2026, kunci utama pencairan BPNT susulan senilai Rp600.000 terletak pada perubahan status di aplikasi SIKS-NG menjadi Standing Instruction (SI).
Memahami kode ini menjadi solusi agar KPM tidak perlu bolak-balik cek ATM tanpa hasil yang pasti.
Melansir dari kanal YouTube Info Bansos, Kemensos telah memperbarui fitur monitor penyaluran. Jika Anda menghubungi pendamping sosial, pastikan mereka mengecek kolom status Siks-NG berikut:
1. Status SI (Standing Instruction)
Ini adalah perintah final dari negara ke bank. Jika status Anda sudah SI, dana pasti cair dalam waktu 1x24 jam hingga 3 hari kerja.
2. Status Belum SI
Menandakan data Anda masih di tahap Surat Perintah Membayar (SPM). Anda diminta bersabar karena proses transfer belum dimulai.
3. Status Sudah Transaksi
Jika saldo masih kosong padahal statusnya ini, segera lapor pendamping karena ada indikasi dana sudah ditarik atau terjadi gangguan sistem.
Laporan Penarikan Saldo Rp600.000 di Berbagai Daerah
Hingga sore hari ini, 9 Januari 2026, bukti struk penarikan nyata mulai bermunculan di media sosial, mengonfirmasi bahwa status SI di sistem sudah mulai berubah menjadi uang tunai:
- KKS BNI (15:55 WIB): Penarikan sukses Rp600.000 oleh KPM di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
- KKS Mandiri (10:43 WIB): Saldo cair di wilayah Indragiri Hulu melalui agen bank resmi.
- KKS BRI (09:39 WIB): Struk valid penarikan saldo susulan alokasi Oktober-Desember
terpantau di wilayah Jawa Barat.
Solusi Jika Status Gagal Verifikasi Rekening
Manfaat terbesar dari monitor SIKS-NG adalah mendeteksi kegagalan sistem lebih awal. Jika status Anda menunjukkan Gagal Verifikasi Rekening, ini adalah tanda bahaya. Artinya, ada ketidakcocokan antara data di buku tabungan dengan data di Dukcapil. Solusinya, segera bawa KTP dan KKS Anda ke bank penyalur atau minta bantuan pendamping PKH untuk sinkronisasi data ulang.
Target Penyaluran BPNT Tahap 4 Susulan
Bantuan pangan sebesar Rp600.000 ini merupakan hak KPM untuk periode akhir tahun 2025 yang sempat tertunda akibat validasi data nasional. Pemerintah menargetkan seluruh status SI akan tuntas tersalurkan pada pertengahan Januari 2026 ini, sebelum memasuki siklus pencairan Tahap 1 tahun anggaran baru.
Bagi KPM yang ingin mengecek status kepesertaan bansos mereka masih aktif atau tidak, silahkan ikuti langkah-langkah berikut:
- Akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id secara berkala.
- Pastikan nama di KTP dan nama di sistem identik (tidak ada salah ketik).
- Simpan kartu KKS Anda sendiri; jangan berikan PIN kepada siapapun, termasuk oknum yang menjanjikan pencairan lebih cepat.***
Editor : Asep Suhendar