RADAR BOGOR - Memasuki bulan Januari 2026, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai bertanya-tanya mengenai jadwal pencairan bantuan sosial reguler dari pemerintah.
Berdasarkan pantauan terbaru pada sistem SIKS-NG, ada perkembangan signifikan mengenai bantuan BPNT dan PKH yang sangat dinantikan.
Dilansir dari Youtube Naura Vlog, berikut adalah poin-poin penting yang perlu Anda ketahui:
BPNT Diprediksi Cair "Rapel" 3 Bulan
Kabar yang paling mengejutkan sekaligus menggembirakan adalah adanya indikasi bahwa bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) akan dicairkan untuk alokasi tiga bulan sekaligus.
Jika pada periode normal KPM menerima Rp200.000 per bulan, maka pada pencairan awal tahun ini KPM diprediksi akan langsung menerima saldo sebesar Rp600.000 di kartu KKS mereka.
BPNT Berpotensi Cair Lebih Cepat dibanding PKH
Baca Juga: Ada Informasi Terbaru! KPM Bansos PKH Diharapkan Naik Kelas dan Empat Kategori Penerima Dijamin Cair
Berdasarkan data yang terpantau di level supervisor SIKS-NG, proses administrasi untuk BPNT saat ini menunjukkan progres yang lebih cepat dibandingkan PKH.
Hal ini dikarenakan:
- BPNT: Verifikasinya lebih sederhana karena bersifat bantuan pangan merata.
- PKH: Memerlukan waktu lebih lama karena sistem harus memverifikasi ulang setiap komponen dalam keluarga, seperti jumlah anak sekolah, balita, hingga lansia.
Meski demikian, Kementerian Sosial terus berupaya mempercepat proses keduanya agar bisa segera disalurkan secara bertahap kepada masyarakat.
Baca Juga: Kategori KPM Ini Bakal Dicoret dari Bansos 2026, Cek Prediksi Jadwal Cair PKH dan BPNT Tahap 1
Update Status di SIKS-NG
Hingga saat ini, progres pencairan sudah mulai terlihat di level supervisor, namun data detailnya biasanya baru akan turun ke akun pendamping sosial dalam waktu dekat.
KPM disarankan untuk tidak terburu-buru mengecek ke ATM sebelum ada instruksi resmi, guna menghindari kerumunan atau kekecewaan jika saldo belum masuk.
Pastikan kartu KKS Anda tetap disimpan dengan aman. Selain itu, pastikan pula data kependudukan Anda tetap sinkron dengan Dukcapil, karena validitas data adalah syarat mutlak agar bantuan Rp600.000 tersebut tidak gagal cair ke rekening Anda.***
Editor : Asep Suhendar